Pasar Global Lesu, Industri Elektronik Fokus Domestik

Produsen elektronik fokus menggarap pasar dalam negeri lantaran permintaan global yang masih lesu.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  18:40 WIB
Pasar Global Lesu, Industri Elektronik Fokus Domestik
Gerai produk elektronik - dok. Informa

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen elektronik fokus menggarap pasar dalam negeri lantaran permintaan global yang masih lesu.

PT Sharp Electronics Indonesia menyatakan perlambatan permintaan global berpengaruh ke performa ekspor perseroan. Alhasil, perseroan memilih untuk mengalihkan sebagian produk orientasi ekspor untuk diserap di dalam negeri.

National Sales Manager Sharp Indonesia Andry Adi Utomo mengatakan perseroan mengekspor beberapa produk yang diproduksi di dalam negeri seperti lemari es, mesin cuci, dan televisi light emitting diode (LED).

“Pencapaian sampai akhir semester I/2019 sekitar 80% dari target [semester I/2019]. Jauh dibanding pasar lokal yang pencapaiannya bisa 116% dari target,” katanya kepada Bisnis, Senin (29/7/2019).

Andry menyatakan performa ekspor perseroan pada semester I/2019 tidak mencapai target karena bersaing dengan produk elektronik dari China. Selain itu, banyak negara tujuan ekspor yang membuat hambatan nontarif bagi produk asal Indonesia.

Walau demikian, Andry menyatakan perseroan tidak akan mengubah target ekspor hingga akhir tahun ini yakni sekitar 5%-10%.

CEO Sharp Indonesia Tadashi Oyama sebelumya menuturkan penambahan lini produksi mesin cuci di dalam negeri diharapkan menambah diversifikasi produk perseroanuntuk mengisi pasar global mesin cuci.

Tadashi menyatakan Ekspansi lini produksi ini juga bertujuan agar produksi mesin cuci perseroan lebih efektif dan efisien. Dengan penambahan kapasitas terpasang mesin cuci sebesar 400.000 unit per tahun, secara keseluruhan Sharp Indonesia dapat memproduksi mesin cuci sebanyak 1,5 juta unit per tahun.

Ekspor produk perseroan juga diharapkan dapat meningkat karena produksi mesin cuci yang sebelumnya berada di Thailand, dipindahkan ke Indonesia. Selama ini ekspor produk elektronik Sharp Indonesia masih sekitar 3%.

"Ekspor kami sebelumnya single digit, kalau bisa ke depan lebih tinggi. Kami berencana dengan lini baru akan diekspor ke negara Asean, Timur Tengah, juga Afrika," katanya.

PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) juga tidak akan menyesuaikan target ekspor elektronik di paruh kedua tahun ini. Perseroan menargetkan penjualan domestik dan global masing-masing tumbuh 10% dari realisasi akhir tahun lalu.

Marketing Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan perseroan telah mendapatkan pasar baru di India yang cukup menjanjikan yang dapat mendorong kinerja ekspor. Menurutnya, masih ada ruang penetrasi pendingin ruangan, lemari es, dan meisn cuci yang berada di posisi 60% akhir tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Elektronik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top