Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina : Butuh 10 Minggu Matikan Sumber Tumpahan Minyak

PT Pertamina (Persero) memperkirakan diperlukan waktu selama 10 minggu sejak pernyataan kondisi keadaan darurat pada 15 Juli 2019 untuk mematikan sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  19:58 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--PT Pertamina (Persero) memperkirakan diperlukan waktu selama 10 minggu sejak pernyataan kondisi keadaan darurat pada 15 Juli 2019 untuk mematikan sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Apabila sumur tersebut  berhasil dimatikan pada akhir September 2019, tumpahan minyak akan lebih mudah ditangani.

Adapun sumur YYA-1 diproyeksikan dapat memproduksi minyak sebanyak 3.000 barel per hari (bph) dan juga menghasilkan gas 23 juta kaki kubik per hari (MMscfd ).

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan pihaknya akan mengebor relief well di dekat sumur YYA-1 menggunakan rig Suhana. Rig tersebut akan melakukan pengeboran secara horizontal hingga melintasi sumur YYA-1 supaya semen bisa diinjeksikan.

Rig Suhana diperkirakan sampai di lokasi pada Sabtu (27/7/2019) atau satu hari lebih cepat dari target. 

Menurutnya, sumur YYA-1 tidak akan digunakan kembali setelah ditutup permanen. Apabila PHE ingin mengembangkan kembali lapangan tersebut, akan dibuatkan sumur baru.    

"Rig Suhana akan sampai satu hari lebih cepat. Artinya, semua bisa kita percepat secara simultan," katanya di Jakarta, Kamis (25/7/2019). 

Pertamina juga mendatangkan tim Boot and Coots, perusahaan asal Houston, Amerika Serikat, yang memiliki pengalaman dalam menyelesaikan kejadian tumpahan minyak di Teluk Mexico (Deepwater Horizon). 

Gelembung gas pertama kali muncul pada 12 Juli 2019 pukul 01.30 WIB saat sedang dilakukan re-entry di sumur YYA-1 pada kegiatan re-perforasi. 

Pada 15 Juli 2019, PHE menyatakan keadaan darurat dengan bersurat ke SKK Migas dan ESDM. Tumpahan minyak kemudian mulai terlihat di sekitar anjungan pada 17 Juli 2018. 

Pada 18 Juli 2019, tumpahan minyak mulai mencapai pantai ke arah barat atau berjarak 2 kilometer dengan garis pantai Karawang. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina tumpahan minyak
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top