Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peluang Ekspor Tekstil ke AS Makin Besar

Asosiasi Pertekstilan Indonesia telah menemui sederet pemangku kepentingan industri tekstil dan produk tekstil di AS.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  05:26 WIB
Industri benang - Ilustrasi/Bisnis
Industri benang - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan telah menemui sederet pemangku kepentingan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Amerika Serikat (AS) pada bulan ini guna membahas penambahan dagang bilateral.

Inisiasi tersebut membuat asosiasi optimistis nilai ekspor TPT dapat menembus US$48,2 miliar pada 2030.

Secara konsolidasi, nilai ekspor TPT pada tahun lalu mencapai US$13,2 miliar. Pertumbuhan tahunan majemuk nilai ekspor TPT pada 2018—2030 mencapai 11,4%.

Selama Januari—Mei, nilai ekspor TPT secara tahunan tumbuh tipis 0,24% menjadi US$5,6 miliar, sedangkan nilai impor industri TP turun 5,01% menjadi US$3,4 miliar. Alhasil, surplus neraca dagang industri TPT tumbuh 10,23% menjadi US$2,1 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai US$1,9 miliar.

Adapun, nilai ekspor TPT lokal ke AS berkontribusi 35,6% dari total nilai ekspor TPT atau senilai US$4,7 miliar. Dengan adanya pertemuan tersebut, asosiasi memperkirakan nilai ekspor TPT ke AS dapat naik menjadi US$10 miliar dengan pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 16,3%.

API menilai sinergi antara Indonesia dan AS akan menguntungkan kedua belah pihak. Pasalnya, AS akan mendapatkan barang jadi dari kapas yang diekspor, sedangkan Indonesia mendapatkan keuntungan dari proses pengolahan dari kapas menjadi garmen.

“Meningkatnya keseriusan dan komitmen sourcing jangka panjang dari berbagai merek dunia maupun pengecer AS merupakan solusi positif bagi kedua negara dalam menyikapi gejolak distrupsi geopolitik antara AS dan China,” ujar Wakil Ketua Umum Perdagangan Luar Negeri API Anne Patricia Sutanto dalam keterangan resmi, Rabu (24/7/2019).

Anne mengatakan perdagangan dengan AS akan didasari asas bebas, adil, dan saling menguntungkan. Hal tersebut sejalan dengan visi presiden yang menitikberatkan industri TPT sebagai salah satu pilar pertumbuhan perekonomian sektor manufaktur.

Ketua Umum API Ade Sudrajat Usman mengapresiasi perhatian presiden kepada industri manufaktur dan padat karya. Selain itu, rencana pengembangan SDM juga dapat mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ade menargetkan nilai ekspor TPT pada tahun ini dapat tumbuh moderat 10,6% dari realisasi tahun lalu menjadi US$14,6 miliar. Menurutnya, pendorong pertumbuhan tersebut adalah peluang peningkatan ekspor ke AS di tengah gejolak perang dagang.

“Dengan percepatan bantuan billateral agreement, prospek nilai ekspor pun terus meningkat dengan adanya perdagangan bilateral IA-CEPA dan EU-CEPA yang sedang dalam tahap finalisai,” katanya.

Kendati demikian, Ade mengemukakan iklim usaha domestik masih belum sempurna, khususnya masalah impor yang masih berlebihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Tekstil
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top