Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Era Kolonial Hingga Industri 4.0, Rempah Indonesia Paling Diminati Belanda

Pemerintah Indonesia mengail peluang untuk meningkatkan ekspor komoditas rempah ke Belanda, dengan menyambangi importir Verstegen Spices & Sauces BV di Den Haag.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  16:18 WIB
Kunjungan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda ke Belanda untuk mempromosikan potensi ekspor rempah Indonesia. - Kementerian Perdagangan
Kunjungan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda ke Belanda untuk mempromosikan potensi ekspor rempah Indonesia. - Kementerian Perdagangan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengail peluang untuk meningkatkan ekspor komoditas rempah ke Belanda, dengan menyambangi importir Verstegen Spices & Sauces BV di Den Haag.

Sekadar catatan, Belanda merupakan salah satu pasar paling potensial bagi produk rempah asal Indonesia. Pada 2018, ekspor rempah Indonesia ke dunia mencapai US$31,2 juta, sedangkan pada kuartal II/2019, ekspor rempah ke Belanda mencapai US$12,6 juta.

Adapun, jenis rempah yang paling banyak dijual ke Belanda a.l. kayu manis, lada putih dan hitam, pala, vanili, jahe, kunyit, serta daun salam. Indonesia sendiri memasok 47,2% kayu manis dari total impor Belanda dari dunia pada kuartal I/2019.

Diretur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menjelaskan, kunjungan ke importir rempah Belanda tersebut dilaksanakan di sela-sela perhelatan Market Intelligence Workshop awal pekan ini.

Acara ini merupakan lokakarya yang dihadiri Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan fungsi ekonomi dari seluruh dunia.

“Di samping untuk terus mendorong peningkatan ekspor Indonesia, kunjungan ini untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dihadapi importir Belanda dalam mendatangkan produk rempah dari Indonesia,” ujar Arlinda dalam siaran pers, Kamis (25/7/2019).

Verstegen Spices & Sauces BV merupakan perusahaan produsen dan importir asal Belanda yang bergerak di sektor rempah. Perusahaan ini mendistribusikan produknya tidak hanya di Belanda, namun ke seluruh Eropa.

Dalam menjalankan bisnisnya, Verstegen sangat mengedepankan keamanan pangan dan kualitas produk. Hal ini dibuktikan dengan berbagai sertifikat yang dimilikinya seperti The British Retail Consortium (BRC), the International Featured Standards (IFS), serta sertikat organik dan halal.

Verstegen Spices & Sauces BV telah mengimpor rempah-rempah dari Indonesia selama lebih dari 20 tahun yang nilainya mencapai 30% dari total impornya. Perusahaan ini juga aktif dalam keanggotaan perkumpulan pemangku kepentingan yang peduli terhadap keberlanjutan rempah (Sustainable Spices Initiative/SSI).

Menurut Arlinda, kerja sama dan kolaborasi antara buyer Belanda dan pemasok Indonesia dalam peningkatan mutu bumbu dan rempah Indonesia agar dapat memenuhi standar Uni Eropa menjadi kunci dalam berkompetisi memenangkan pasar di Belanda dan Eropa.

“Kemendag akan terus memberikan dukungan dan perhatian penuh bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program. Salah satunya, melalui kunjungan langsung ke buyer di luar negeri,” tandas Arlinda.

Pada kunjungan tersebut, Arlinda juga mengundang importir Belanda untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten pada 16—20 Oktober 2019.

“Kami berupaya agar importir Eropa tidak hanya hadir,tetapi juga mendorong perusahaan tersebut untuk dapat melakukan kontrak dagang dengan pelaku usaha Indonesia pada pameran bergengsi tersebut,” sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rempah
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top