Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Tak Optimal, Produksi LNG Sepanjang Semester I/2019 Alami Penurunan

Produksi LNG sepanjang semester I/2019 tercatat sebanyak 114 standar kargo atau turun 18,04 persen dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 139,1 standar kargo.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  18:33 WIB
Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi
Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA–Produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) sepanjang semester I/2019 tercatat sebanyak 114 standar kargo atau turun 18,04 persen dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 139,1 standar kargo.

Deputi Keuangan dan Monetisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Arief Setiawan Handoko mengatakan produksi LNG dari Kilang Bontang di Kalimantan Timur dan Kilang Tangguh di Papua tercatat lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.

Produksi LNG di Kilang Tangguh tercatat sebanyak 56,8 standar kargo sampai Juni lalu, lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60,8 standar kargo. Adapun penurunan produksi di Kilang Bontang tercatat lebih besar.

Dia menjelaskan penurunan produksi disebabkan penyerapan LNG oleh PT PLN (Persero) yang tidak optimal. “Produksi Kilang Bontang semester I/2019 sebanyak 57,2 standar kargo versus semester I/2018 sebanyak 78,3 standar kargo,” tuturnya, Selasa (23/7/2019).

Penurunan produksi LNG dari Kilang Bontang, lanjut Arief, disebabkan pembatalan kontrak pasokan LNG oleh PLN sebanyak 11 kargo. Pembatalan tersebut dilakukan, akibat harga LNG di pasar spot tercatat lebih murah dibandingkan dengan harga kontrak antara PT Pertamina (Persero) dengan pemerintah.

Adapun harga LNG di pasar spot diperkirakan baru akan naik pada akhir tahun. 

“Strategi pembeli enggak tahu seperti apa. Kayaknya lebih baik beli di spot daripada kontrak. Jadi, kami akan betulkan mekanismenya agar pembeli tidak seenaknya drop kargo,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN lng
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top