Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bappenas : Insentif Pajak Vokasi dan Riset Dorong SDM Berkualitas

Rencana pemberian insentif fiskal kepada pengusaha yang membuka program pelatihan vokasi akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  16:56 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro (kedua kanan) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan (kedua kiri) dalam Press Conference Indonesia Development Forum 2019, di Jakarta, Senin (22/7/2019). Bisnis - Gloria F.K. Lawi.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro (kedua kanan) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan (kedua kiri) dalam Press Conference Indonesia Development Forum 2019, di Jakarta, Senin (22/7/2019). Bisnis - Gloria F.K. Lawi.

Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana pemberian insentif fiskal kepada pengusaha yang membuka program pelatihan vokasi akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan bahwa rencana aturan pelaksana Peraturan Pemerintah (PP) No. 45/2019 akan mendorong pelatihan sumber daya manusia (SDM) lebih optimal.

"Hal ini memang berguna bagi perusahaan juga untuk melakukan research and development," ungkapnya di JCC, Senin (22/7/2019).

Menurut Bambang, insentif fiskal sejenis itu sudah dilakukan negara lain. Pasalnya, insentif ini memang bisa membuat biaya produksi menjadi dua kali lipat.

Dengan demikian, pemerintah akan melakukan pelonggaran dengan super deductible tax atau pengurangan penghasilan bruto di atas 100% yang akan segera diterbitkan. Beberapa opsi lain adalah perusahaan bisa bekerja sama dengan universitas dalam merumuskan program vokasi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menyatakan aturan turunan PP No.45/2019 ini memang diyakini bisa menstimulus peran pelaku usaha di bidang pemberdayaan dan inovasi tenaga kerja.

"Hal ini diperlukan agar industri yang berbasis padat karya, dengan orientasi ekspor memiliki daya saing yang kuat. Apalagi tentu kita menyadari ke depan labour cost meningkat," jelas Airlangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif pajak
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top