Jasa Raharja Cari Cara Penumpang Ojek Bisa Dapat Santunan Kecelakaan

PT Jasa Raharja (Persero) mengkaji supaya ojek daring mendapatkan perlindungan berupa asuransi kecelakaan, walaupun bukan merupakan angkutan umum.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  17:43 WIB
Jasa Raharja Cari Cara Penumpang Ojek Bisa Dapat Santunan Kecelakaan
Dirut PT Jasa Raharja yang juga Ketua Satgas Mudik Bareng BUMN Budi Rahardjo memberikan keterangan pers tentang Mudik Bareng BUMN di Jakarta, Selasa (15/5/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jasa Raharja (Persero) mengkaji supaya ojek daring mendapatkan perlindungan berupa asuransi kecelakaan, walaupun bukan merupakan angkutan umum.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo menuturkan selama ini asuransi yang diberikan hanya bagi angkutan umum, sehingga ojek dalam jaringan (daring) tidak termasuk di dalamnya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) No.22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), angkutan roda dua seperti ojol bukanlah merupakan angkutan umum, sehingga secara aturan tidak wajib ada asuransi keselamatan dari PT Jasa Raharja.

"Ruang lingkup yang diberikan UU untuk Jasa Raharja itu untuk angkutan umum yang ada. Ini dalam perjalanan prosesnya diimbau memang ojol [ojek online] atau kendaraan roda dua yang digunakan oleh masyarakat [dapat termasuk di dalamnya]. Ini akan segera kami tindaklanjuti dengan proses mekanisme yang sesuai," katanya, Jumat (19/7/2019).

Sayangnya, Budi tidak merinci mengenai mekanisme apa yang akan dilakukannya guna membuat penumpang ojol mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan seperti angkutan umum yang sudah ada.

Menurutnya, Jasa Raharja segera berkomunikasi dengan pihak aplikator untuk membicarakan berbagai opsi yang mungkin diambil guna memberikan asuransi bagi penumpang ojol.

"[Angkutan] sepeda motor ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat menjadi gaya hidup sehingga kita juga akan memberikan perlindungan dasar dan mereka dapat jaminan," tuturnya.

Di sisi lain, Jasa Raharja baru saja bekerja sama dengan Gojek Indonesia untuk memasukkan layanan Go-Car dalam jaminan asuransi kecelakaan. 

"Kita harapkan aplikasi lain juga segera menyesuaikan. Kedua, imbauan kami pengemudi khususnya berhati-hati di jalan dan perhatikan kondisi fisik yang bersangkutan dan kesiapan dari kendaraan bermotornya dan mematuhi ketentuan aturan rambu-rambu yang ada," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa raharja, Ojek Online

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top