September 2019, Garuda Uji Coba Drone Produksi China untuk Angkut Kargo

Garuda Indonesia Group akan menguji coba pesawat tanpa awak produksi China pada September hingga Desember 2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  06:37 WIB
September 2019, Garuda Uji Coba Drone Produksi China untuk Angkut Kargo
drone pengangkut kargo - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Garuda Indonesia Group akan menguji coba pesawat tanpa awak produksi China pada September hingga Desember 2019.

Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal mengatakan rencana uji coba proyek pesawat tanpa awak yang bekerja sama dengan Beihang dilakukan pada September hingga Desember 2019. Rencananya terdapat dua unit BZK-005 yang akan diujicobakan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kemenhub dan mendapatkan dukungan besar. UAS akan dioerasikan untuk hub Ambon dan Biak," katanya, Rabu (17/7/2019).

Dia menambahkan pada Juli 2019 Garuda sudah mengajukan permohonan izin uji coba dan diharapkan pada Agustus 2019 sudah menyelesaikan aspek legal dan administrasi. Pada Oktober pesawat sudah datang untuk diuji coba pada November hingga Desember.

Iqbal menuturkan terdapat delapan rute yang menjadi uji coba yakni Ambon-Dobo, Ambon-Saumlaki, Ambon-Langgur, Biak Jayapura, Biak-Sorong, Biak-Wamena, Biak-Timika, dan Biak-Manokwari. Daerah tersebut merupakan penghasil ikan.

Garuda memiliki misi menghubungkan Nusantara dalam waktu 24 jam dan terdapat 30 titik yang memiliki potensi dihubungkan dengan UAS. Rencananya ada 100 unit UAS yang dioperasikan oleh maskapai.

Dia menyebut terdapat dua jenis keuntungan yang didapat saat mengoperasikan pesawat tanpa awak dibandingkan dengan pesawat konvensional. Pertama, keuntungan ekonomi mencakup hemat biaya operasi dan pembelian, utilisasi mampu digenjot sampai 24 jam/7 hari, dan hemat biaya operasional sampai 30%.

Kedua, keuntungan dari sisi teknis karena UAS hanya membutuhkan landasan pacu (runway) yang pendek untuk lepas landas maupun mendarat, yakni hanya sekitar 600--1.000 meter. Risiko keselamatan juga bisa meningkat karena dioperasikan tanpa penerbang.

Selain itu, pesawat tanpa awak dinilai cocok untuk diterapkan di negara kepulauan dan memiliki banyak daerah terpencil seperti Indonesia. Pesawat tanpa awak mampu mengeliminasi hambatan yang selama ini ditemukan dalam mendistribusikan barang ke wilayah domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Drone, kargo udara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top