Produksi Migas dari Blok Sakakemang Bisa Dipercepat

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan percepatan produksi di Blok Sakakemang memungkinkan untuk dilakukan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  17:50 WIB
Produksi Migas dari Blok Sakakemang Bisa Dipercepat
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan percepatan produksi di Blok Sakakemang memungkinkan untuk dilakukan.

Deputi Bidang Perencanaan SKK Migas Arizon Jaffee Suardin mengatakan perkembangan kinerja Repsol di sana terhitung bagus.

"Lagi persiapan [pengeboran] sekarang, Repsol sangat bagus. Saya tidak hafal detailnya, tapi mereka sangat bagus untuk persiapan. Mereka sangat serius untuk mengembangkan Sakakemang," kata Jaffee, Rabu (17/7/2019).

Setelah menemukan cadangan migas di Blok Sakakemang yang mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF), saat ini Repsol fokus melakukan pengeboran untuk melihat kemungkinan tambahan cadangan migas yang lebih besar.

Penemuan tersebut diharapkan dapat menambah produksi di tengah prediksi defisit migas Indonesia yang akan melebar pada 2025. Jaffee mengatakan untuk menentukan cadangan migas tambahan, Repsol cukup melakukan pengeboran dalam satu sumur saja.

Jaffee mengatakan yang menjadi nilai tambah pengembangan Blok Sakakemang yakni sudah tersedianya infrastruktur dan calon pembeli gas.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar bilang pemerintah menargetkan pengeboran sumur kedua sudah dapat diselesaikan.

"Jadi, diusahakan dua setengah tahun sudah bisa berproduksi," sebut Arcandra.

Selain pengeboran, pemerintah menginisiasi penggunaan fasilitas produksi bersama dengan ConocoPhillips. Dengan begitu, proses pembahasan rencana pengembangan (plan of development/POD) Blok Sakakemang dapat dipercepat.

"Kami sebagai pemerintah sedang melakukan arrangement bagaimana dia bisa lebih cepat dengan fasilitasnya ConocoPhillips di [Blok] Corridor," katanya.

Sementara itu, PT PGN Tbk. menandatangani nota kesepahaman bersama (memorandum of understanding/MoU) penjualan dan pembelian gas bumi dengan Talisman Sakakemang B.V. yang terafiliasi dengan Repsol Group untuk pasokan gas yang berasal dari Sakakemang.

Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan salah satu upaya kami untuk menjamin keberlangsungan pasokan gas bumi ke pelanggan.

Selain itu, kesepakatan ini juga sekaligus menjadi bentuk dukungan dan komitmen Kementerian ESDM dan SKK Migas serta industri hulu kepada PGN untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan.

"Dengan adanya jaminan pasokan ini, PGN dapat berkontribusi lebih untuk mendukung daya saing industri dan untuk dapat menyalurkan energi baik secara masif," ujar Danny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, PGN

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top