Antisipasi Penurunan Produksi, Pertamina Genjot Aktivitas Pengeboran

PT Pertamina EP melakukan enam pengeboran sumur baru di wilayah kerja Asset 5 yang diharapkan dapat berproduksi pada Kuartal IV/2019.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  14:27 WIB
Antisipasi Penurunan Produksi, Pertamina Genjot Aktivitas Pengeboran
Aktivitas pengeboran PT Pertamina EP. - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pertamina EP melakukan enam pengeboran sumur baru di wilayah kerja Asset 5 yang diharapkan dapat berproduksi pada Kuartal IV/2019.

Sumur-sumur tersebut antara lain B-1813 dan B-1801 (Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara), STE-13 dan SBR-C8 (Sangatta, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), serta LSE-P1904 dan SBJ-P19 (Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur).

Asset 5 General Manager Irwan Zuhri mengatakan sumur-sumur tersebut akan ditajak pada bulan ini dan Agustus. Dari pengeboran tersebut, produksi diprediksi bisa dilakukan dalam satu bulan kemudian. 

"Potensi penambahan produksi untuk PEP Asset 5 sebesar kurang lebih 1.523 barrel oil per day [BOPD],” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/7/2019).

PEP Asset 5 merupakan salah satu unit Pertamina EP yang beroperasi di wilayah Kalimantan dan mengawasi operasi lima lapangan. Lima lapangan tersebut adalah Sangasanga dan Sangatta (Kalimantan Timur), Tarakan dan Bunyu (Kalimantan Utara), serta Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah). 

Berdasarkan data akhir Juni 2019, tercatat produksi year to date minyak mentah PEP Asset 5 sebanyak 17.905 BOPD, sementara produksi gas bumi tercatat sebanyak 16,57 million standard cubic feet per day (MMSCFD).

Irwan menambahkan pemboran ini dapat memberikan hasil maksimal untuk peningkatan produksi Pertamina EP.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah melakukan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Mahakam sebanyak 52 sumur pada Juni 2019, dari target sebanyak 118 sumur pengembangan. 

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu menjelaskan sejak mengelola WK Mahakam, Pertamina menggenjot operasi untuk menahan laju penurunan alamiah produksi yang pada 2017 telah mencapai 57 persen. Angka tersebut saat ini berhasil ditekan Pertamina pada level 25 persen dan upaya terus dilakukan secara maksimal melalui pengeboran sesuai rencana.

"Kami terus melanjutkan pengeboran 118 sumur hingga akhir 2019 ini sehingga diharapkan in-year decline rate bisa ditahan flat, sekaligus mulai mempersiapkan pengeboran sumur eksplorasi dalam di 2020,” kata Dharmawan.

Dharmawan juga mengatakan pada tahun lalu, Pertamina berhasil memproduksi gas sekitar 5 persen di atas prediksi operator sebelumnya. Bahkan untuk 2019, Pertamina menargetkan produksi Mahakam lebih tinggi dari proposal operator sebelumnya. 

"Target ini cukup menantang mengingat tingkat maturasi yang cukup tinggi dari zona produksi eksisting sehingga kontribusi produksi Mahakam saat ini datang dari kantung-kantung reservoir yang lebih kecil dengan jarak antarsumur lebih dekat,’’ tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top