Konsumsi Kopi Dalam Negeri Alami Pertumbuhan Hingga 8 Persen Setiap Tahun

Tingkat konsumsi kopi jenis arabika dan robusta di dalam negeri cenderung meningkat dengan pertumbuhan sekitar 8 persen setiap tahun seiring berkembangnya bisnis kopi di Tanah Air.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  13:11 WIB
Konsumsi Kopi Dalam Negeri Alami Pertumbuhan Hingga 8 Persen Setiap Tahun
Petani memanen kopi arabika di Desa Mekarmanik, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA -- Tingkat konsumsi kopi jenis arabika dan robusta di dalam negeri cenderung meningkat dengan pertumbuhan sekitar 8 persen setiap tahun seiring berkembangnya bisnis kopi di Tanah Air.

Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia Anton Apriyantono mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan sinyal positif. Pasalnya, harga kopi global tengah dilanda penurunan nilai sebagai dampak dari berlimpahnya produksi.

"Kesukaan masyarakat terhadap kopi single origin juga meningkat, yakni kopi murni dari daerah khusus seperti robusta Gayo. Hal ini merupakan perkembangan yang bagus karena harga di tingkat internasional turun akibat produksi yang besar dari beberapa negara," tutur Anton, Selasa (16/7/2019).

Dalam hal konsumsi dalam negeri, Anton menyatakan baik kopi robusta maupun arabika dihargai dengan baik oleh konsumen. Kopi robusta pun masih menjadi pilihan utama bagi industri kopi karena harga yang lebih murah.

"Untuk di dalam negeri keduanya dihargai cukup baik, kecuali industri yang memilih robusta karena harga lebih murah. Kalau di kafe-kafe keduanya dihargai baik," ujarnya.

Adapun industri kopi Indonesia memang menaikkan serapan domestiknya di tengah turunnya harga komoditas tersebut, terutama untuk kopi jenis robusta di dalam negeri. ‘

Wakil Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Moelyono Soesilo mengakui, impor sepanjang semester I/2019 mengalami penurunan drastis. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh harga kopi jenis robusta yang turun ke level terendahnya selama lima tahun terakhir pada 2019.

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kopi sepanjang Januari--Juni 2019 mencapai 16.617 ton. Volume tersebut turun drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 65.168 ton.

“Tahun ini harga rata-rata kopi robusta mencapai Rp22.000/kg, turun jauh dari awal tahun lalu yang sempat mencapai Rp28.000/kg. Di samping itu, harga kopi robusta di Vietnam harganya sama dengan kopi kita, sehingga industri domestik memilih menyerap dari produksi dalam negeri,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (16/7/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, kopi robusta

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top