Sembilan Lokasi Ini Terindikasi Memiliki Cadangan Mineral Logam Tanah Jarang

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan ada sembilan lokasi yang telah terindikasi mengandung mineral logam tanah jarang (rare earth). 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  17:18 WIB
Sembilan Lokasi Ini Terindikasi Memiliki Cadangan Mineral Logam Tanah Jarang
Penambangan bauksit di Bintan, Kepulauan Riau. - Antara/Niko Panama

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan ada sembilan lokasi yang telah terindikasi mengandung mineral logam tanah jarang atau rare earth

Adapun mineral yang mengandung logam tanah jarang di antaranya monasit, zirkon, dan xenotim. Ketiga mineral tersebut merupakan mineral ikutan dari timah, emas, bauksit, dan nikel laterit.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan eksplorasi awal telah dilakukan sejak 1991 dan beberapa lokasi telah terindikasi mengandung logam tanah jarang. Teranyar, pada 2018 lalu, lokasi yang terindikasi mengandung logam tanah jarang adalah Sumatra Selatan dan Riau. 

Namun, besaran pasti berapa cadangannya belum dapat dipastikan karena perlu dilakukan eksplorasi lanjutan yang harus dilakukan oleh pengusaha yang tertarik. 

"Kami hanya menyampaikan di sini ada. Nah nanti akan ada eksplorasi untuk mining apakah ekonomis atau tidak, nanti para pengusaha [yang menilai]," katanya kepada Bisnis, Rabu (17/7/2019). 

Secara total, sampai saat ini Badan Geologi telah menyelidiki 29 lokasi yang berpotensi mengandung logam tanah jarang. Lokasi yang telah diselidiki tersebut berada di wilayah Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Utara, Pulau Bintan Riau, Kepulauan Anambas Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. 

Dari 29 lokasi tersebut, baru sembilan lokasi yang terungkap memiliki mineralisasi logam tanah jarang. Sembilan lokasi itu berada di Riau (dua titik), Pulau Bangka (dua titik), Belitung, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. 

"Ini baru eksplorasi awal dan belum rinci. Selebihnya 20 lokasi mineralisasi logam tanah jarang baru sebatas data keterdapatan dan indikasi. Jadi, belum optimal eksplorasinya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bauksit, kementerian esdm, Nikel, tanah jarang

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top