Penyebab Utama Anjloknya Harga Kopi Indonesia

Selama ini industri dalam negeri yang biasa menggunakan kopi impor dari Vietnam sebagai komoditas untuk menekan harga produksi kopi olahan, mengalihkan konsumsinya ke produk dalam negeri.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  09:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA --  Peningkatan produksi dan turunnya harga kopi nasional, terutama robusta, menjadi penyebab utama penurunan impor kopi pada tahun ini.

Ketua Umum Gabungan Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (Gaeki) Hutama Sigandhi menyebutkan, dalam waktu yang sama, produksi kopi robusta di Vietnam mengalami penurunan sehingga harganya mengalami kenaikan.

Alhasil, selama ini industri dalam negeri yang biasa menggunakan kopi impor dari Vietnam sebagai komoditas untuk menekan harga produksi kopi olahan, mengalihkan konsumsinya ke produk dalam negeri.

“Impor kopi kita, terutama robusta mayoritas datang dari Vietnam. Ketika harga kopi di negara tersebut setara dengan harga di negara kita, produsen pasti memilih menggunakan produk dalam negeri. Apalagi, kopi Vietnam kan kualitasnya di bawah kopi Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (16/7/2019).

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kopi dari Vietnam sepanjang Januari--Juni 2019 merosot menjadi 12.450 ton dari 57.408 ton pada periode yang sama pada tahun lalu. 

Di sisi lain, dia menegaskan penurunan impor kopi Indonesia pada semester I/2019 tahun ini bukan disebabkan oleh penurunan konsumsi domestik. Dia menyebutkan, konsumsi kopi nasional diproyeksikan masih akan mencatatkan kenaikan 8% secara tahunan.

“Saya prediksi besarnya penurunan impor kopi pada semester I/2019, akan berlanjut pada akhir tahun. Produksi dalam negeri kita pada posisi aman, karena cuaca cukup mendukung,” katanya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengamini adanya penurunan yang tajam pada impor kopi, terutama untuk jenis robusta di sektor industri.

Dia mengatakan, selain peralihan ke kopi produksi dalam negeri lantaran harganya yang murah, industri juga sudah menimbun bahan baku kopi untuk mengamankan stok tahun ini.

“Belajar dari kondisi tahun lalu, ketika produksi nasional turun sehingga pelaku industri harus mengimpor, kami akhirnya melakukan pengamanan stok sejak awal tahun dengan menyerap semaksimal mungkin produksi dalam negeri ketika harga sedang turun,” jelasnya.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menyebutkan, tingginya impor pada tahun lalu disebabkan oleh terbatasnya produksi kopi dalam negeri. Di sisi lain, harga kopi internasional, terutama Vietnam berada pada level yang rendah.

“Namun, saat ini pasar kopi nasional sudah berada pada posisi yang ideal. Harapan kami kondisi ini berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, supaya laju impor kita bisa terkendali,” paparnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top