Potensi Besar Wisata MICE di Jakarta

Setidaknya, ada empat lokasi utama wisata MICE di Jakarta, yakni Jakarta Convention Center, Jakarta International Expo Kemayoran, Grand Sahid Jaya, dan Bidakara.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  03:51 WIB
Potensi Besar Wisata MICE di Jakarta
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dalam acara Media Gathering di Yogyakarta, Senin (15/7) malam - Bisnis/Syaiful M

Bianis.com, YOGYAKARTA – Provinsi DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan perekonomian memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bisnis atau yang lebih dikenal dengan meetings, inventive, convention, and exibhition (MICE).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan bahwa porsi kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah Jakarta sekitar 53 persen memiliki tujuan wisata bisnis, dan sisanya 47 persen adalah wisata leisure.

Menurutnya, Jakarta memiliki beberapa faktor yang bisa mendorong potensi wisata MICE seperti merupakan wilayah pusat bisnis dan pemerintahan. Artinya, terdapat potensi besar pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bisa mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Salah satu hal positif yang tercatat adalah peningkatan jumlah kegiatan di daerah Jakarta dari 652 kegiatan pada 2017 naik menjadi 892 kegiatan pada tahun ini.

Setidaknya, ada empat lokasi utama yang dapat menunjang wisata MICE di Jakarta, yakni Jakarta Convention Center seluas 15.615 meter persegi dengan kapasitas 16.650 orang, Jakarta International Expo seluas 35.487 meter persegi kapasitas 67.000, Grand Sahid Jaya 5.380 meter kapasitas 6.580, dan Bidakara dengan luas 2.800 meter dan kapasitas hingga 4.440 orang.

Selain itu, lanjut Hamid, Jakarta juga dinilainya memiliki infrastuktur yang cukup memadai dan akses yang mudah, “Menariknya wisata bisnis walaupun tidak sebanyak yang leisure jumlah wisatawannya, tetapi punya tingkat belanja lebih tinggi tiga sampai lima kali lipat,” katanya di Yogyakarta, Senin (15/7/2019).

Adapun, dia menyatakan salah satu kendala yang dihadapi oleh Jakarta terkait hal ini adalah kurangnya insentif atau daya tarik yang ditawarkan. Hal tersebut memang merupakan pekerjaan besar banyak pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata secara keseluruhan.

Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisman ke Jakarta pada 2018 lalu sebanyak 2,8 juta. Angka tersebut naik 5,79 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pertumbuhan kunjungan wisatawan setiap tahunnya ditargetkan sebanyak 5 persen.

“Pariwisata merupakan sektor penting yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi produktif, makanya sangat perlu dikembangkan secara maksimal,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dki, pariwisata

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top