Surplus Neraca Dagang Juni Diperkirakan Tak Lebih dari US$500 Juta

Pengamat memprediksi surplus neraca perdagangan tidak lebih dari US$500 juta karena pelambatan impor bahan baku dan barang modal.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  08:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengamat memprediksi surplus neraca perdagangan tidak lebih dari US$500 juta karena pelambatan impor bahan baku dan barang modal.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan kemungkinan surplus neraca perdagangan pada Juni 2019 tidak terlalu besar. 

Dia memprediksi surplus tidak akan melebihi US$500 juta karena pelambatan impor bahan baku dan barang modal. 

"Untuk impor migas kemungkinan tidak terlalu tinggi karena B20 sudah full steam baik PSO dan non PSO. Jadi kemungkinan besar impornya tidak sebesar tahun lalu," ujar Andry Satriyo kepada Bisnis.com, Minggu (14/7/2019).

Sementara itu, Andry menilai ekspor non migas akan tertekan dan lebih rendah dari bulan lalu.

"Namun pelambatannya tidak sebesar tahun lalu," sambung Andry.

Meski demikian prediksi ini lebih besar dari surplus pada Mei 2019 sebesar US$210 juta. 

Pencapaian surplus Mei 2019 memang cukup mengejutkan, lantaran banyak prediksi neraca dagang bakal defisit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top