Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Teknologi Ultra Supercritical pada PLTU Mampu Tekan Penggunaan BBM

PT PLN (Persero) menyatakan beroperasinya sejumlah pembangkit listrik tenaga uap berteknologi ultra supercritical akan mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak sebagai energi pembangkitan. 
Direktur Teknik PT Tanjung Power Indonesia Kim Sangjong  (dari kiri), Komisaris Mustiko Bawono dan Direktur PT Adaro Power Adrian Lembong mendiskusikan perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Kalimantan Selatan, Rabu (13/3/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat
Direktur Teknik PT Tanjung Power Indonesia Kim Sangjong (dari kiri), Komisaris Mustiko Bawono dan Direktur PT Adaro Power Adrian Lembong mendiskusikan perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Kalimantan Selatan, Rabu (13/3/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menyatakan beroperasinya sejumlah pembangkit listrik tenaga uap berteknologi ultra supercritical akan mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak sebagai energi pembangkitan. 

Pada tahun ini, sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan teknologi ultra supercritical tersebut direncanakan mulai beroperasi dan mampu meningkatkan efisiensi untuk PLN. 

Dua di antaranya adalah PLTU Cilacap Jawa 8 berkapasitas 1.000 megawatt (MW) yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada September 2019 dan PLTU Jawa 7 Berkapasitas 1.000 MW yang akan COD pada Oktober 2019. 

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan realisasi penggunaan BBM akan terus mengalami penurunan. Pada 2016, misalnya, realisasi penggunaan high speed diesel (HSD) dan marine fuel oil (MFO) masing-masing sebanyak 12,7 juta kiloliter (KL) dan 4,5 juta (KL). Jumlahnya menurun pada 2017 menjadi 2,7 juta KL untuk HSD dan 855.639 KL untuk MFO. 

Adapun pada 2018, jumlahnya sempat mengalami peningkatan menjadi 3,1 juta KL HSD dan 946.516 KL MFO. "Tahun lalu banyak kita bakar BBM. Tahun ini kita sepakat haram hukumnya," katanya kepada Bisnis, Senin (15/7/2019). 

Selain dengan pengoperasi PLTU baru, PLN juga akan meningkatkan gasifikasi, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan (EBT), biofuell, dan meningkatkan keandalan sistem transmisi serta distribusi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper