Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

INDUSTRI BAJA : Derita yang Tak Kunjung Usai

Industri baja memiliki peranan yang sangat penting sebagai penopang bagi industri-industri lainnya. Namun, hal tersebut nyatanya tidak membuat industri baja nasional berjaya.
Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Kamis (7/2/2019)./ANTARA-Asep Fathulrahman
Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Kamis (7/2/2019)./ANTARA-Asep Fathulrahman

Kapasitas Produksi Baja RI Diklaim Masih Cukup

Yerry mengatakan, adanya kebijakan pengendalian impor besi dan baja melalui Peraturan Menteri Perdagangan No.110/2018 yang telah diberlakukan pada 20 Januari 2019 dianggap belum efektif untuk menurunkan importansi baja dari China.

Menurut Yerry, salah satu faktor yang membuat importasi baja tetap meningkat disebabkan masih adanya kuota importasi untuk kategori baja karbon maupun baja paduan lainnya dari Surat Persetujuan Impor (SPI) yang diterbitkan sebelum diberlakukannya Permendag No.110/2018.

Mengenai pemenuhan kebutuhan baja nasional, Yerry menegaskan bahwa kapasitas produksi produsen baja nasional untuk beberapa produk baja seperti plate, wire rod, coated sheet, pipe, bar & section sudah mencukupi kebutuhan atau justru oversupply.

Meskipun demikian, dia mengakui bahwa untuk beberapa produk memang masih perlu impor, karena terbatasnya kapasitas produksi atau spesifikasi tertentu yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

“Meskipun demikian, kami berharap impor tersebut harus tetap diatur dan dikendalikan oleh pemerintah. Jangan sampai produk yang sudah dapat diproduksi dalam negeri tetap diberikan izin impor dalam negeri,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper