Bisnis.com, JAKARTA -- Hingga Juni 2019, serapan unsur nabati berupa fatty acid methyl ether atau FAME untuk biodiesel 20 persen (B20) telah mencapai 2,9 juta kiloliter atau 95 persen dari target kumulatif hingga pertengahan tahun.
Adapun target penyerapan FAME hingga akhir tahun sebanyak 6,2 juta kiloloter (KL). Dengan demikian, serapan tersebut telah mencapai 46,77 persen dari target 2019.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM F.X. Sutijastoto mengatakan Maret merupakan bulan dengan serapan biodiesel terbesar tahun ini. Penyerapan biodiesel bergantung pada kondisi cuaca dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data yang diterima Bisnis, serapan FAME per bulan sepanjang semester I/2019 terus berfluktuasi. Pada Januari serapannya sebanyak 517.000 kiloliter (KL), Februari 480.500 KL, Maret 536.000 KL, April 474.800 KL, Mei 522.300 KL, dan Juni 368.000 KL.
"Belakangan ini kan musim penghujan, sehingga banyak tambang yang banjir jadi gak produksi, kegiatan ekonomi turun juga," katanya, Rabu (10/7/2019).
Sejak mandatori B20 dimulai pada 2016, serapan FAME mengalami peningkatan. Pada 2017 realisasi serapan tercatat sebanyak 2,67 juta KL dan pada 2018 naik menjadi 4,02 juta KL.
Menurutnya, realisasi hingga pertengahan tahun ini cukup menggembirakan dibanding tahun lalu. “Realisasi hingga pertengahan tahun ini dua kali lipat dari kondisi sama tahun 2018," ujarnya.