Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Administrasi Belum Siap, Kementerian ESDM Tahan Lelang Tambang Blok Latao

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM masih menahan lelang tambang nikel Blok Latao di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, karena belum siap kelengkapan administrasinya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  16:18 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM masih menahan lelang tambang nikel Blok Latao di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, karena belum siap kelengkapan administrasinya. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono mengatakan hingga saat ini pihaknya masih fokus mengerjakan proses lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) tambang nikel Blok Suasua. Blok tersebut memiliki luas 5.899 hektare (ha) dengan nilai kompensasi data informasi (KDI) mencapai Rp984,85 miliar.

"Belum tahu [lelang Blok Latao]. Kalau lelang kan gak mesti semuanya," katanya, Rabu (10/7/2019). 

Berdasarkan data Bisnis, daftar WIUPK yang ditawarkan dan seharusnya dilelang pada 2018 ada enam, yakni Blok Latao (nikel) di Kolaka Utara dengan luas 3.148 ha, Suasua (nikel) di Kolaka Utara dengan luas 5.899 ha, Matarape (nikel) di Konawe Utara seluas 1.681 ha, Kolonodale (nikel) di Morowali Utara seluas 1.193 ha, Bahodopi Utara (nikel) di Morowali seluas 1.896 ha, dan Rantau Pandan (batu bara) di Bungo seluas 2.826 ha. 

Lelang blok Bahodopi Utara di Sulawesi Tengah dan Blok Matarape di Sulawesi Tenggara telah dimenangkan PT Antam Tbk. pada tahun lalu. Namun, lelang tersebut dinilai maladministrasi oleh Ombudsman Republik Indonesia. 

Adapun Blok Suasua dan Latao awalnya diprioritaskan lelangnya pada tahun ini, namun baru Blok Suasua yang siap dilelang. Dua blok lainnya, yakni Kolonodale dan Rantau Pandan yang lelangnya belum laku pada tahun lalu masih menunggu kesiapan administrasinya. 

Sebelumnya, panitia Lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) Kementerian ESDM telah mengumumkan akan melaksanakan lelang tambang nikel Blok Suasua. Tata cara pendaftaran, persyaratan untuk menjadi peserta lelang dan jadwal pelaksanaan akan diinformasikan melalui pengumuman pelaksanaan lelang dalam jangka waktu 20 hari kerja sejak tanggal pengumuman, Senin (8/7/2019).  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan kementerian esdm Nikel
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top