Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Jenis Pembangkit Energi Terbarukan Ini Miliki Efisiensi Tinggi

Terdapat tiga pembangkit energi baru terbarukan di Indonesia yang memiliki efisiensi paling besar, yakni air, panas bumi, dan biomassa. Namun, pembangunannya perlu menyesuaikan dengan kondisi daerah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  15:41 WIB
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini. Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - ANTARA / Prasetia Fauzani
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini. Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - ANTARA / Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA -- Terdapat tiga pembangkit energi baru terbarukan di Indonesia yang memiliki efisiensi paling besar, yakni air, panas bumi, dan biomassa. 

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Djoko R. Abumanan mengungkapkan efisiensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berada pada kisaran 80 persen hingga 100 persen. Untuk panas bumi dan biomassa, efisiensinya sebesar 80 persen.

Sementara itu, pembangkit energi baru terbarukan lainnya, yakni tenaga surya memiliki efisiensi 20 persen, pembangkit tenaga angin atau bayu sebesar 30 persen, dan tenaga arus laut sekitar 20 persen hingga 30 persen tergantung daerah. 

"Nah, kalau matahari kan cuma muncul siang. Di Jakarta saja dalam waktu 24 jam efektif penyinaran hanya 3 jam, kalau di NTT bisa 5 jam," katanya kepada Bisnis, Senin (8/7/2019). 

Dia menyatakan pembangkit EBT pertama yang ada di Indonesia adalah PLTA. Pembangkit tersebut telah ada sejak zaman Belanda, tepatnya sekitar 1925. 

Djoko menambahkan pembangkitan memang harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca masing-masing daerah. Contohnya Belanda membangun PLTA di Indonesia, sedangkan di negaranya sendiri yang cenderung membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). 

"Indonesia punya PLTA Lamajan 3x6,5 MW di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sudah dibangun dari zaman Belanda," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik energi terbarukan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top