Pemerintah Godok Rencana Penyesuaian Tarif Listrik Tahun Depan

Pemerintah masih menggodok rencana penerapan tariff adjustment atau tarif penyesuaian, sehingga rencana perubahan tarif tenaga listrik pada 2020 belum ditetapkan hingga saat ini.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  07:55 WIB
Pemerintah Godok Rencana Penyesuaian Tarif Listrik Tahun Depan
Pelanggan memeriksa jaringan listrik PLN di salah satu Rusun di Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pemerintah masih menggodok rencana penerapan tariff adjustment atau tarif penyesuaian, sehingga rencana perubahan tarif tenaga listrik pada 2020 belum ditetapkan hingga saat ini. 

Dia memastikan rencana tersebut hanya berlaku pada 2020. Sementara itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, tarif listrik pada 2019 tidak ada perubahan. Tidak adanya perubahan tarif tersebut lantaran kurs rupiah sejauh ini jauh lebih kuat daripada yang diasumsikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) PLN 2019, yaitu Rp15.000 per dolar Amerika Serikat. 

Selain itu, nilai minyak mentah indonesia (Indonesia Crude Price /ICP) sejauh ini juga hampir 15 persen lebih rendah dibandingkan asumsi APBN 2019 dan di RKAP PLN 2019, yaitu senilai US$ 70 per barel.

"Untuk 2020, pembahasan sedang dilakukan oleh pemerintah di DPR, baik di komisi-komisi terkait serta di banggar [badan anggaran], sehingga pemerintah belum menetapkan rencana perubahan tarif listrik di tahun 2020 hingga saat ini," katanya, Minggu (7/7/2019).

Menurutnya, apabila penyesuaian tarif jadi berlaku pada 2020, akan ada beberapa faktor yang memengaruhi, yakni kurs rupiah, ICP, harga batu bara acuan (HBA), harga gas, efisiensi PLN, hingga beroperasinya sejumlah pembangkit baru. 

Jonan mengatakan HBA pada Juli US$71,92 per ton untuk nilai kalori 6.322 kcal/kg. Harga tersebut nyaris sama dengan harga patokan batu bara untuk kelistrikan senilai US$70 per ton.

Harga gas juga sudah ditetapkan sebesar 8 persen dari ICP untuk di mulut sumur (wellhead) dan paling tinggi 14,5 persen di pembangkit listrik (plant gate).

Efisiensi PLN pun akan memengaruhi besaran biaya pokok penyediaan (BPP) listrik lantaran berkaitan dengan susut jaringan, keuangan, dan operasional kerja. Sementara itu, beroperasinya sejumlah pembangkit listrik dengan BPP rendah tahun ini akan berpengaruh signifikan terhadap tarif listrik yang kemungkinan akan mengalami penurunan. 

"Jadi pandangan saya, bahwa tarif pada tahun depan mudah-mudahan akan tetap sama bahkan sejalan dengan target PLN bahwa tarif listrik dapat menurun untuk meningkatkan daya saing masyarakat, khususnya tarif listrik untuk pelanggan industri dan bisnis," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tarif listrik

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top