Sering Terlambat Kirim Barang, Operator Kapal Tol Laut Dievaluasi

Kementerian Perhubungan mengevaluasi operator kapal Tol Laut yang yang terlambat mengirimkan barang ke daerah tujuan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  20:02 WIB
Sering Terlambat Kirim Barang, Operator Kapal Tol Laut Dievaluasi
Ilustrasi - Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengevaluasi operator kapal Tol Laut yang yang terlambat mengirimkan barang ke daerah tujuan.

Evaluasi dilakukan menyusul laporan dari masyarakat tentang keterlambatan jadwal kedatangan kapal Tol Laut di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Pulau Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Berdasarkan keterangan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, keterlambatan terjadi karena crane kapal feeder Kendhaga Nusantara V yang melayani rute Moa–Larat–Kisar–Moa rusak sehingga memerlukan waktu untuk diperbaiki.

Kapal itu sudah selesai diperbaiki pada Selasa (2/7/2019) dan telah beroperasi kembali. Sebagai informasi, rute itu (T-12) dioperatori oleh PT Mentari Sejati Perkasa (Mentari Lines).

Menindaklanjuti kejadian itu, Menhub Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan Dirjen Perhubungan Laut untuk menyiapkan kapal pengganti dan menindak serta mengganti operator yang lebih kompeten. 

“Saya mengintruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk menindak operator kapal terkait dan menyiapkan kapal pengganti,” kata Menhub Budi, dikutip dari siaran pers, Rabu (3/7/2019).

Pemerintah, lanjut dia, sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat akan pelayanan angkutan laut sehingga pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan subsidi untuk mengoptimalkan penyelenggaraan angkutan laut di wilayah terpencil, terdepan, tertinggal, dan pedalaman (3TP).

"Untuk itu, kami secara tegas akan menegur dan memberikan sanksi kepada para operator kapal yang tidak menjalankan kewajibannya sehingga masyarakat di wilayah 3TP menjadi kesulitan dan logistik mengalami keterlambatan,” ujar Budi.

Agar tidak terjadi lagi keterlambatan pengantaran logistik melalui Tol Laut, Budi mengatakan akan mengimplementasikan pengawasan berbasis teknologi informasi. 

Dia berterima kasih kepada masyarakat yang melaporkan secara langsung maupun tertulis terkait permasalahan Tol Laut di lapangan sehingga pemerintah cepat mengetahui permasalahan dan segera mengatasi.

“Saya telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Laut untuk melakukan evaluasi program tol laut agar dapat berjalan lebih baik, dan saya minta seluruh stakeholder di sektor transportasi laut untuk ikut mendukung."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Tol Laut

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top