Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemarau, Jateng Antisipasi Daerah kekeringan

Menurut hasil identifikasi 1.319 desa di 287 kecamatan yang ada di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah rawan mengalami kekeringan. Saat musim kemarau mencapai puncaknya pada Agustus hingga November 2019, 2.056.287 warga di 287 kecamatan di 31 kabupaten/kota tersebut berisiko menghadapi dampak kekeringan, seperti kesulitan mendapatkan air bersih.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  08:42 WIB
ilustrasi. - JIBI/Nurul Hidayat
ilustrasi. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SEMARANG--Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan dinas terkait untuk memetakan daerah-daerah yang rawan mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini dan menyiapkan upaya untuk mengantisipasi dampaknya.

"Petakan daerah terdampak kekeringan, daerah yang kekurangan air, petakan gangguan kesehatan, dan petakan potensi kebakaran hutan selama musim kemarau sehingga kita semua bisa mengantisipasi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (1/7/2019).

Gubernur menjelaskan, menurut hasil identifikasi 1.319 desa di 287 kecamatan yang ada di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah rawan mengalami kekeringan.

Saat musim kemarau mencapai puncaknya pada Agustus hingga November 2019, dia mengatakan, 2.056.287 warga di 287 kecamatan di 31 kabupaten/kota tersebut berisiko menghadapi dampak kekeringan, seperti kesulitan mendapatkan air bersih.

"Petanya sudah jelas karena setiap tahun terjadi sebenarnya, tinggal pola antisipasi sehingga tidak menjadi hal baru, tapi kita peringatkan, kira-kira puncak kemaraunya Agustus, ada yang Oktober dan November," ujarnya.

Dalam upaya mengantisipasi dampak kekeringan pada puncak musim kemarau, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah meminta jajaran petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan 1.000 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah yang kena dampak kekeringan.

"BPBD saya minta untuk memimpin ini dengan didukung dinas-dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, PMI, Tagana, BUMN-BUMD, dan TNI-Polri," kata Gubernur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis air kekeringan

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top