Astra Infra Ubah Strategi Kelola Portofolio Bisnis Jalan Tol

Upaya reposisi tersebut sejauh ini tidak mengubah secara drastis panjang jalan tol yang dimiliki Astra Infra.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  20:28 WIB
Astra Infra Ubah Strategi Kelola Portofolio Bisnis Jalan Tol
Ilustrasi - Simpang Susun Waru, ruas Surabaya-Mojokerto - Bisnis/Astra Infra

Bisnis.com, JAKARTA - Astra Infra, lini usaha PT Astra International Tbk. di sektor infrastruktur, melakukan perubahan strategi bisnis dalam mengelola portofolio di bisnis jalan tol. Upaya reposisi tersebut sejauh ini tidak mengubah secara drastis panjang jalan tol yang dimiliki Astra Infra.

CEO Toll Road Business Group Astra Infra Krist Ade Sudiyono mengatakan, Astra Infra memilih untuk melakukan divestasi pada ruas Serpong-Balaraja. Dalam rentang yang tak terpaut jauh, Astra Infra mengakuisisi 44,5% saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM), pemegang konsesi jalan tol Surabaya--Mojokerto.

Krist menerangkan, Astra Infra telah mendapat persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjual 25% saham di PT Trans Bumi Serbaraja, pemegang konsesi jalan tol Serpong--Balaraja. Akta jual beli saham diteken pada April 2019.

Menurut Krist, ada beberapa asumsi bisnis yang berubah di Trans Bumi Serbaraja sehingga Astra Infra memutuskan untuk tidak melanjutkan partisipasi di proyek jalan tol sepanjang 31 kilometer tersebut. Dia mengimbuhkan, Astra Infra selalu meninjau strategi bisnisnya dengan dinamika yang terjadi di industri jalan tol.

"Aksi ini adalah semata mata untuk menyesuaikan dinamika bisnis saat ini. Kami mereposisi strategi bisnisnya, dengan fokus menambah portofolio jalan tol di ruas lain. jelas Krist kepada Bisnis, Rabu (26/6/2019).

Untuk diketahui, Astra Infra bermitra dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk. dan PT Transindo Karya Investama sejak 2016. Konsorisum Astra-Sinar Mas-Kompas itu membentuk PT Trans Bumi Serbaraja setelah memenangkan lelang pengusahaan jalan tol Serbaraja.

Berdasarkan laporan keuangan BSD per Maret 2019, BSD telah membeli 75.000 lembar saham Trans Bumi Serbaraja dari Astra Tol Nusantara dan Transindo senilai Rp90,92 miliar. Walhasil, BSD sepenuhnya memiliki saham di Trans Bumi Serbaraja.

Per 24 Mei 2019, data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menunjukkan belum ada progres konstruksi di tiga seksi jalan tol Serpong--Balaraja. Bahkan, progres pekerjaan tanah hanya berlangsung di seksi 1 (BSD-Legok) sepanjang 11,3 kilometer dengan progres pembebasan lahan 81%.

Selepas melego saham di Trans Bumi Serbaraja, Astra Infra mengakuisisi 44,5% saham JSM pada Mei 2019 senilai Rp1,7 triliun dari dua pemegang saham. Krist menyebut, akuisisi saham di operator jalan tol sepanjang 36,3 kilometer itu membuat panjang jalan tol yang dimiliki Astra Infra menjadi 350 kilometer.

Selain Surabaya-Mojokerto, Astra Infra memiliki saham di lima BUJT lainnya, yaitu PT Marga Mandalasakti (Tangerang-Merak), PT Marga Trans Nusantara (Kunciran-Serpong), PT Lintas Marga Sedaya (Cikopo-Palimanan), PT Trans Marga Jateng (Semarang-Solo), dan PT Marga Harjaya Infrastruktur (Jombang-Mojokerto)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, Astra Infra Toll Road

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top