Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Serapan Karet, Kemenperin Diminta Percepat Lisensi Produsen Vulkanisir Ban

Kementerian Perindustrian diminta mempercepat pemberian lisensi kepada produsen yang dapat mengerjakan produksi ban vulkanisir, sebagai salah satu langkah meningkatkan serapan komoditas karet.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  19:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian diminta mempercepat pemberian lisensi kepada produsen yang dapat mengerjakan produksi ban vulkanisir, sebagai salah satu langkah meningkatkan serapan komoditas karet.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane mengatakan bahwa industri vulkanisir khususnya ban, berpotensi untuk berkembang memenuhi permintaan di dalam negeri. Pasalnya, harga produknya lebih kompetitif dibandingkan ban baru.

Pada akhir tahun lalu, serapan karet industri vulkanisir naik tipis 1,01% menjadi 159,2 juta ton karet alam. Adapun, industri vulkanisir berkontribusi sebesar 58,51% atau 93,1 juta ton.

"Oleh karena itu kami berharap Kementerian Perindustrian dapat cepat memberikan lisensi kepada produsen yang dapat mengerjakan produksi ban vulkanisir," ujarnya, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, produsen ban vulkanisir yang selam ini menggunakan hot process harus dibina untuk dapat memproduksi ban vulkanisir menggunakan cold process melainkan ditutup.

Seperti diketahui, ada dua cara dalam membuat ban vulkanisir yakni hot process dan cold process. Hot process merupakan menempelkan lapisan karet luar yang telah diukir dengan cara dipanaskan dengan badan ban utama. Adapun, cold process menempelkan lapisan karet luar tersebut dengan adhesi super kuat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri karet Ban Vulkanisir
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top