Australia Ingin Belajar Soal Dialog Sosial dari Indonesia

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menuturkan pihaknya sering membuat pertemuan informal antara pemerintah, para pemimpin serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha di rumah dinasnya.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  15:09 WIB
Australia Ingin Belajar Soal Dialog Sosial dari Indonesia
Menteri Tenaga Kerja, Keterampilan, Bisnis Kecil dan Keluarga Australia Michaelia Cash (paling kiri) dan Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri (paling kanan). - dok. Kemenaker

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Tenaga Kerja, Keterampilan, Bisnis Kecil dan Keluarga Australia memuji dialog sosial yang diterapkan dalam urusan ketenagakerjaan di Indonesia. 

Menteri Tenaga Kerja, Keterampilan, Bisnis Kecil dan Keluarga Australia Michaelia Cash mengatakan dialog sosial berguna dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan pada era revolusi industri 4.0 yang berdampak pada berubahnya relasi hubungan industrial antara pekerja dan pemberi kerja. 

"Saya lihat di Indonesia sudah sangat baik dan saya ingin belajar dalam dialog sosial itu," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (20/6/2019) 

Hal itu diungkapkan dalam pertemuan bilateral Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Hanif menuturkan pihaknya sering membuat pertemuan informal antara pemerintah, para pemimpin serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha di rumah dinasnya.

"Perbedaan pendapat boleh dan wajar, kepentingan bisa saling berhadapan, namun tidak berarti tidak bisa duduk bersama saling sapa, tukar pikiran, dan tertawa bahkan kami main musik bersama," kata Hanif.

Hal itu dilakukan dalam rangka membangun relasi dengan para pekerja dan pengusaha.

“Dalam beberapa hal, posisi pemerintah, pekerja, atau pengusaha berbeda pandangan. Namun, tidak berarti keduanya tak bisa duduk bersama, mencari solusi, dan melakukan kompromi. Inilah pentingnya dialog sosial,” ucapnya. 

Menurutnya, dialog sosial menjadi penting karena tidak semua persoalan ketenagakerjaan diselesaikan dengan pendekatan hukum formal yang saling berhadapan secara hitam-putih.

"Jika bisa persoalan bisa diselesaikan dengan dialog, tak perlu saling bersitegang," tuturnya. 

Hanif mengatakan perusahaan dan pekerja yang mengedepankan dialog sosial melalui pendekatan kultural, musyawarah mufakat, dan kekeluargaan menciptakan pola hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan perusahaan dan pekerja dapat terwujud.

"Dialog sosial merupakan kunci produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Dengan dialog sosial yang baik, maka maka produktivitas perusahaan dan kesejahteraan pekerja bisa ditingkatkan levelnya dari waktu ke waktu,“ terangnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenaker Indah Anggoro Putri menambahkan Pemerintah Australia menawarkan kerja sama bidang pelatihan vokasi, pemagangan di industri, pengakuan standar kompetensi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan hubungan industrial melalui dialog sosial.

"Kami menyambut baik tawaran kerja sama pemerintah Australia ini. Ini akan ditindaklanjuti oleh working group antar negara," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ketenagakerjaan

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top