PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascabencana Banjir di Sultra

Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak awal Juni 2019 ini mengakibatkan kerusakan rumah warga, jalan dan jembatan serta fasilitas umum lainnya.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  20:02 WIB
PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascabencana Banjir di Sultra
Foto udara kondisi banjir bandang yang merendam rumah warga di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). - ANTARA/Oheo Sakti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan upaya penanganan tanggap darurat pascabencana banjir yang menggenangi sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak awal Juni 2019 ini mengakibatkan kerusakan rumah warga, jalan dan jembatan serta fasilitas umum lainnya. 


Bantuan tanggap darurat disalurkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya berupa layanan air bersih dan sanitasi, termasuk fasilitas MCK darurat ke lokasi-lokasi pengungsian korban bencana di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Utara.   


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.  


“Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Kami juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile  untuk menyuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian”, katanya melalui siaran resmi, Selasa (18/6/2019).


Bantuan secara bertahap disalurkan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sultra sejak sebelum Idulfitri. Peralatan yang digunakan berupa 4 unit mobil tangki air, 1 unit mobil toilet, 20 unit WC knock down, 20 unit hidran umum (HU), 20 unit pondasi hidran umum.

Seluruh peralatan didistribusikan ke tiga wilayah terdampak banjir, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Utara.


Kementerian PUPR juga menyalurkan air bersih dengan menurunkan satu unit IPA sistem mobile yang berfungsi untuk menyaring air banjir/sungai menjadi bersih dan layak pakai. Unit IPA berkapasitas maksimum 1,5 liter/detik dengan asumsi untuk memenuhi kebutuhan air minum kurang lebih untuk 1.500 orang. 


Untuk menambah layanan air bersih dan sanitasi, Kementerian PUPR melalui Satgas Tanggap Darurat Wilayah V Makassar mengirimkan bantuan berupa 2 unit mobil tangki air, 1 unit mobil toilet, dan dump truck yang mengangkut hidran umum. 


Selain menangani kebutuhan air minum bagi korban bencana, Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak serta pembersihan kota.

Sebanyak empat jembatan rusak yakni Jembatan Asera atau Lasolo, Woimendaa, Baeni II, dan Rahabangga. Pemulihan konektivitas dilakukan secara dua tahap, yakni bersifat sementara dan permanen. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, Kementerian PUPR

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup