G20 Ministerial Meeting, Transisi Energi & Lingkungan Jadi Fokus Utama

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan hari ini memulai pertemuan tingkat menteri negara G20 membahas transisi energi yang selaras dengan perlundungan lingkungan.
Hery Trianto
Hery Trianto - Bisnis.com 15 Juni 2019  |  08:27 WIB
G20 Ministerial Meeting, Transisi Energi & Lingkungan Jadi Fokus Utama
Menteri ESDM Ignasius Jonan di acara G20 Ministerial Meeting -

Bisnis.com,  KARUIZAWA — Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan hari ini memulai pertemuan tingkat menteri negara G20 membahas transisi energi yang selaras dengan perlundungan lingkungan.

Pertemuan diawali Sabtu pagi (15/6) digelar di kota Karuizawa, 190 kilometer utara Tokyo. Jonan hadir bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan Dubes Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif beserta sejumlah pejabat pemerintah dan Direktur Utama BUMN yang manangani bisnis energi.

Rencananya pertemuan tingkat menteri tersebut akan menyepakati Komitmen Energi G20 dalam Dokumen Lengkap Ministerial Communique, yang dibahas pada Energy Transitions Working Group (ETWG).  

Dengan mengintegrasikan isu perubahan iklim, Jepang mengangkat tema utama transisi energi yang selaras dengan perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.

Jepang juga memprioritaskan agenda Innovation dan advanced energy issues, yaitu Hidrogen, Carbon Capture Storage and Utilization (CCUS), Well-to-Wheel Analysis dan Nuklir serta Research & Development 20 (RD20).

Namun, Indonesia berupaya melakukan berbagai upaya dan respon strategis, sehingga Sekretariat G20 Jepang mengakomodasi sejumlah isu dalam Third Draft Communique antara lain.

(1) Memasukkan Sustainable Development Goals (SDGs)/Agenda 2030 sebagai referensi utama Komunike, dengan mengakui implementasi Transisi Energi yang beragam sesuai SDGs (SDG7).

(2) Memasukkan biofuels sebagai salah satu Energy Innovations, serta bioenergy sebagai bagian dari Energi Terbarukan dan Transisi Energi di dunia pada beragam penggunaan terutama pembangkit listrik dan transportasi.

(3) Memasukkan aspek affordability pada Energy Efficiency dan Power System, dan mengangkat Clean and Affordable Energy Access sebagai bagian tersendiri.  

(4) Menekankan pentingnya memahami situasi masing-masing negara dalam pengembangan CCUS, dan mendorong kolaborasi internasional dalam pengembangan Hidrogen yang relatif masih baru.

(5) Memfokuskan Well-to-Wheel hanya untuk mengembangkan potensi efisiensi energi, dan tidak untuk standardisasi perhitungan emisi CO2 kendaraan bermotor di setiap negara.

(6) Menyederhanakan pembahasan nuklir dan mengakomodasi kepentingan negara non-pemakai nuklir.  

Selain mengikuti pertemuan gabungan, Jonan juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan Jepang, Italia, AS, Saudi, serta disela-sela acara, juga akan digelar Penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan INPEX untung pengelolaan Blok Masela, sumber gas raksasa yang berada di perairan Maluku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi, ignasius jonan, Hery Trianto

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top