Kapal Diminta Waspadai Cuaca Buruk di Akhir Pekan

Kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia diminta untuk mewaspadai potensi cuaca buruk hingga akhir pekan ini.
Sri Mas Sari | 13 Juni 2019 23:29 WIB
Warga mengamati kapal tongkang batu bara yang kandas dan patah menjadi dua akibat diterjang gelombang besar di perairan pantai Ujung Kareng, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA – Kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia diminta untuk mewaspadai potensi cuaca buruk hingga akhir pekan ini.

Kementerian Perhubungan menyatakan cuaca ekstrem dengan tinggi gelombang 4-6 m akan terjadi di Laut Andaman bagian barat, perairan selatan Pulau Jawa, perairan selatan Bali, Samudra Hindia barat Mentawai hingga selatan Bali.

Sementara itu, tinggi gelombang 2,5-4 m diperkirakan terjadi di Laut Andaman bagian timur, perairan Aceh, perairan barat Simeulue, perairan barat Nias dan Sibolga, perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Lombok, perairan selatan Sumbawa, dan perairan Pulau Sumba.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu, Ditjen Perhubungan Laut telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran No 11/PHBL/2019 yang berlaku sejak 10 Juni hingga 16 Juni 2019.

“Kami mengimbau para nakhoda dan kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan melaut jika cuaca buruk dan gelombang tinggi karena sangat membahayakan pelayaran,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Ahmad, Kamis (13/6/2019).

KPLP juga menginstruksikan para syahbandar agar menunda pemberian surat persetujuan berlayar (SPB) hingga cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cuaca buruk, gelombang tinggi

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top