Ramai Masa Lebaran, Pelabuhan Kapal Tradisional Terus Didorong

Peningkatan pelayanan, keselamatan, dan keamanan di pelabuhan kapal tradisional dinilai harus terus didorong, terlebih saat pelayaran semakin ramai karena libur Lebaran.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  16:18 WIB
Ramai Masa Lebaran, Pelabuhan Kapal Tradisional Terus Didorong
Ilustrasi - Kapal tradisional Indonesia, Phinisi - Bisnis/boatbuildingindonesia.com

Bisnis.com, DENPASAR — Peningkatan pelayanan, keselamatan, dan keamanan di pelabuhan kapal tradisional dinilai harus terus didorong, terlebih saat pelayaran semakin ramai karena libur Lebaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Angke Handry Sulfian menjelaskan, tempat wisata dipadati oleh masyarakat yang memanfaatkan momen Liburan. Hal tersebut turut memengaruhi aktivitas pelabuhan kapal tradisional di dekat tempat wisata.

Dia menjelaskan, kapal tradisional tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berlayar ke Kepualan Seribu meskipun PT Pelni (Persero) telah menyiapkan kapal penumpang. Oleh karena itu, peningkatan pelayanan, keselamatan, dan keamanan menjadi penting.

"Hal tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran dan keamanan pelabuhan serta memberikan kepastian dan kemudahan calon penumpang," ujar Handry pada Kamis (6/6/2019) dalam keterangan resmi.

Pada hari ini, Kamis (6/6/2019), tercatat sebanyak 3.887 orang wisatawan diberangkatkan dengan 22 kapal tradisional untuk berwisata ke Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu menjadi salah satu tempat wisata favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Untuk memastikan terpenuhinya keselamatan pelayaran, menurut Handry, pihaknya melakukan pemeriksaan fisik kapal, kesesuaian manifest penumpang yang akan berlayar dengan kapasitas kapal, dan memastikan penumpang untuk menggunakan pelampung selama pelayaran sebelum Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, sebelumnya, pemerintah menetapkan enam projek percontohan pelabuhan tradisional dengan layanan modern. Keenam pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Muara, Tanjung Pinang, Bau-Bau, Tulehu Ambon, Tarakan, dan Tanjung Perak.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengimbau para pemilik kapal dan seluruh pemangku kepentingan pelayaran untuk dapat bekerja sama, mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam kegiatan pelayaran melalui projek percontohan tersebut.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, libur lebaran, Jelajah Jawa-Bali, kapal tradisional

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Yusuf Waluyo Jati
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top