Pesona Tukad Badung, Sungai Asri di Tengah Kota Denpasar

Sungai yang mengalir di kota-kota besar kerap kotor oleh sampah atau limbah rumah tangga. Namun, sungai di jantung Denpasar justru menjadi magnet bagi wisatawan karena keasriannya.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 05 Juni 2019 15:06 WIB
Ilustrasi - Pesona Tukad Badung. Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dibelah oleh sungai sepanjang 22 kilometer bernama Tukad Badung. Dalam Bahasa Bali, tukad berarti sungai sedangkan Badung merupakan pusat perekonomian kerajaan di Bali dahulu. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, DENPASAR — Sungai yang mengalir di kota-kota besar kerap kotor oleh sampah atau limbah rumah tangga. Namun, sungai di jantung Denpasar justru menjadi magnet bagi wisatawan karena keasriannya.

Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dibelah oleh sungai sepanjang 22 kilometer bernama Tukad Badung. Dalam Bahasa Bali, tukad berarti sungai sedangkan Badung merupakan pusat perekonomian kerajaan di Bali dahulu.

Saat Denpasar berkembang semakin cepat menjadi destinasi wisata skala internasional, Tukad Badung tetap terjaga keasriannya, bahkan dijadikan magnet bagi wisatawan. Sungai tersebut dipercantik dengan dibuatkan taman di belantarannya.

Di belantaran tersebut terdapat teras-teras berundak yang dapat digunakan pengunjung untuk duduk santai. Rindah pepohonan di pinggir sungai pun dapat membuat teduh pengunjung pada siang hari.

Pada malam hari, Tukad Badung dihiasi lampu berwarna-warni yang dapat menjadi lokasi foto yang menarik. Cuaca yang sejuk pun membuat Tukad Badung menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat.

Pemerintah Kota Denpasar menjelaskan bahwa penataan Tukad Badung terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. Tujuan penataan tersebut sama-sama agar masyarakat dapat lebih menikmati sungai yang bersih dan indah.

Sungai tersebut berawal dari Kecamatan Abiansemai di Badung, sekitar 12 kilometer di utara Denpasar dan bermuara di Teluk Benoa.

Berdasarkan informasi Dinas Pariwisata Denpasar, yang dikutip Rabu (5/6/2019), Tukad Badung merupakan lintasan pasukan ekspedisi Belanda menuju Puri Pemecutan dari Denpasar pada peristiwa Puputan Badung, 20 September 1906.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sungai, denpasar, Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top