Enam Strategi Memperlancar Arus Balik Lebaran 2019

Pemerintah sepakat menerapkan enam strategi pokok guna memperlancar arus balik lebaran 2019.
Miftahul Ulum | 04 Juni 2019 00:20 WIB
Pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah sepakat menerapkan enam strategi pokok guna memperlancar arus balik lebaran 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan berdasar evaluasi arus mudik ada sejumlah perilaku khas warga Indonesia.

“Setelah beberapa hari kita melakukan arus mudik, terbaca bahwa ada kebiasaan masyarakat berangkat setelah Maghrib sehingga saat perjalanan di jalan tol mereka sudah kelelahan. Saat tengah malam atau pagi hari rest area menjadi permasalahan," jelasnya melalui siaran pers, Senin (3/6/2019).

Kementerian Perhubungan bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Refdi Andri dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Desi Arryani dengan stakeholder terkait membahas persoalan arus balik di Kantor Pusat Jasa Marga, Senin petang. Kebiasaan saat arus mudik salah satu kajian yang diperhatikan guna mengantisipasi arus balik.

Budi menyarankan bagi pemudik yang hendak balik ke Jakarta memulai perjalanan selepas salat subuh sehingga perjalanan siang atau sore masuk Jakarta. Karena perjalanan kalau tengah malam, rest area penuh sehingga mereka istirahat di bahu jalan.

"Dampaknya adalah hambatan di rest area," kata Dirjen Budi. Dia menambahkan,"Pulanglah lebih awal, misalnya tanggal 7. Jamnya juga harus diatur sehingga kalau perjalanan pagi hari maka tidak ada terlalu mengantuk.”

Adapun secara prinsip rencana penanganan arus balik Angkutan Lebaran 2019
menghasilkan enam poin strategis, yaitu:

Pertama, rambu-rambu di akses masuk rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik, yakni sebelum 7 Juni.

Kedua, penambahan mobile toilet termasuk kanopi pelindung untuk antrean toilet harus dipenuhi sebelum tanggal 7 Juni.

Ketiga, untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, diminta kepada BUJT untuk menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A sebelum 7 Juni.

Keempat, menempatkan informasi call center bantuan emergency yang dapat dihubungi setiap saat, yang ditempatkan di bawah rambu dan tempat strategis.

Kelima, gerbang Tol Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan.

Keenam, waktu pelaksanaan one way tanggal 7 Juni sampai 10 Juni dimulai pukul 12.00 WIB s/d 24.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung s/d KM 70 Cikampek Utama dan selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70 s/d KM 65 atau sesuai dinamika di lapangan dengan pertimbangan dari Kepolisian.

Kakorlatas Refdi Andri menjelaskan rapat mendiskusikan pergerakan masyarakat di Tol Trans Jawa maupun jalan arteri di jalur utara dan selatan.

“Yang menjadi fokus kita yaitu pada tanggal 7-10 Juni. Kesepakatan dalam 6 poin tersebut merupakan evaluasi setelah 6 hari arus mudik berjalan,” ujar Refdi.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani mengatakan sampai tadi pagi pukul 06.00 WIB di Cikampek Utama telah lewat 515.653 kendaraan. "Yang meninggalkan Jakarta ke arah Merak, selatan, ke Jagorawi itu totalnya menjadi 926.852 kendaraan. Kita menganggap masih ada sisa sebanyak 369.904 kendaraan yang keluar Jakarta.”

Perpanjangan one way yang semula hanya sampai Minggu (2/6) menjadi sampai hari ini karena diprediksi masih banyak pemudik yang berangkat meninggalkan Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Arus Balik, mudik lebaran 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top