Pemudik ke Padang dan Pariaman Diminta Waspadai Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Perlintasan kereta api liar patut diwaspadai para pemudik di wilayah Sumatra Barat. Pemudik yang akan pulang kampung ke Padang dan Pariaman diminta waspada saat melintasi perlintasan kereta api tidak resmi tanpa palang pintu.
Pemudik ke Padang dan Pariaman Diminta Waspadai Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Newswire | 03 Juni 2019 08:48 WIB
Pemudik ke Padang dan Pariaman Diminta Waspadai Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu
Ilustrasi

Bisnis.com, PADANG - Perlintasan kereta api tak berpalang patut diwaspadai para pemudik di wilayah Sumatra Barat. Pemudik yang akan pulang kampung ke Padang dan Pariaman diminta waspada saat melintasi perlintasan kereta api tidak resmi tanpa palang pintu.

"Jumlah kendaraan yang padat bisa mengakibatkan kemacetan di perlintasan kereta api tanpa palang. Pengendara harus waspada," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Heri Nofiardi di Padang, Senin (3/6/2019).

Menurut Heri jumlah perlintasan kereta api di provinsi itu sangat banyak, sekitar 173 buah. Dari jumlah itu, hanya 43 perlintasan yang legal, sisanya liar.

"Sekitar 130 perlintasan liar kereta api berbahaya jika pengendara tidak hati-hati. Perhatikan betul keberadaan kereta api sebelum melintas," ingat Heri.

Jika terjadi kepadatan di perlintasan, pengendara lebih baik menghentikan kendaraan sebelum perlintasan, menunggu kepadatan terurai.

Dikhawatirkan, kalau pengendara memaksakan antre di perlintasan, akan sulit menghindar jika kereta api tiba-tiba datang.

"Sebenarnya untuk perjalanan kereta api ini sudah ada jadwal pasti. namun jika pengendara datang dari luar daerah, tentu belum terlalu hafal dengan jadwal. Kita minta  waspada," kata Heri.

Kepala Divre II Fredi Firmansyah mengatakan jadwal perjalanan kereta api di daerah itu berubah sejak 22 Maret 2019 sesuai program kegiatan Peningkatan Pelayanan Perkeretaapian di Sumatra Barat.

Kereta api Sibinuang yang sebelumnya hanya melayani rute Padang-Pariaman (PP), saat ini menjadi Padang-Naras (PP) dengan keberangkatan empat kali dari Padang dan empat kali dari Naras.

Untuk KA Lembah Anai, yang sebelumnya relasi Kayutanam-Lubuk Alung, menjadi relasi Kayutanam-BIM (PP) dengan keberangkatan dua kali dari Kayutanam, serta dua kali dari BIM.

Kemudian, KA Minangkabau Ekspres berubah jumlah frekuensi keberangkatannya, dari 5 kali PP menjadi 6 kali PP, atau 12 kali perjalanan dalam sehari.

Sementara itu dalam sisi pengamanan, pihak KAI telah bekerja sama dengan jajaran TNI/Polri yang dibagi menjadi beberapa tim. Aparat ditempatkan pada titik tertentu yang diperkirakan rawan untuk keselamatan Perjalanan KA, seperti halnya pelemparan batu oleh orang tak bertanggung jawab.

Pengamanan itu terdiri dari internal KAI yaitu Security dan Polsuska, ditambah dengan Bantuan Keamanan Operasional (BKO) dari jajaran TNI dan Polri, yang akan bersiaga selama masa Angkutan Lebaran.

PT KAI juga menyiapkan tim untuk melakukan pengecekan jalur pada titik rawan seperti perlintasan liar dan bencana alam.

Selain itu, KAI Divre II menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang dipastikan siap digunakan kapan pun dan di mana pun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perlintasan sebidang

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top