JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019 : Waspada Jalan Bergelombang dan Kurang Petunjuk di Jalur Pantura

Pemudik yang melewati Jalur Pantura harus ekstra hati-hati, terutama pada malam hari, karena masih banyak jalan yang bergelombang dan petunjuk jalan minim.
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019 : Waspada Jalan Bergelombang dan Kurang Petunjuk di Jalur Pantura
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  18:14 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019 : Waspada Jalan Bergelombang dan Kurang Petunjuk di Jalur Pantura
Pekerja menyelesaikan perbaikan jalur pantura Patrol, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019). - ANTARA/Dedhez Anggara

Bisnis.com, KARAWANG — Pemudik yang melewati jalur Pantai Utara perlu mewaspadai beberapa kelemahan jalur ini.

Menurut pemantauan Tim Jelajah Bisnis, Kamis (30/5/2019), walaupun lalu lintas terpantau ramai lancar, pemudik perlu waspada dengan kondisi jalan yang bergelombang dan mesti lebih cermat karena minimnya petunjuk arah permanen.

Peneliti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) sekaligus Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno berharap pemerintah bisa meminimalisir kekurangan kondisi jalur Pantura agar kenyamanan tak hanya berfokus pada pemudik yang melewati tol Trans Jawa.

"Pemerintah jangan lengah dengan kehadiran tol tersebut, tapi juga harus memperhatikan jalur non tol. Belajar dari kasus jalan non tol Jakarta-Cikampek yang dapat dikatakan jarang digunakan perjalanan jarak jauh lagi," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (30/5).

Djoko menegaskan jalan non tol, termasuk jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota, harus terus dirawat.

Menurutnya, pemudik Jalur Pantura tetap harus diberi kenyamanan lewat penambahan rambu-rambu petunjuk, kejelasan marka, penerangan jalan umum yang mencukupi, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang sesuai kebutuhan, serta memperketat pengawasan di beberapa titik palang pintu rel kereta api.

Apalagi, banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor dan harus berhadapan dengan truk, mobil, kondisi jalanan, serta rasa kantuk yang menyergap pada malam hari.

"Pemudik bersepeda motor yang rentan kecelakaan untuk jarak jauh, jangan sampai terjadi kecelakaan karena jalannya masih banyak yang berlubang. Waktu istirahat juga harus diperhatikan dengan cermat oleh pemudik roda dua," sambung Djoko.

Tim Jelajah Jawa Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top