JELAJAH JAWA BALI 2019 : Mudik, Tarif Bus AKAP Sinar Jaya Naik 11 Persen

Selain tiket pesawat yang masih mahal, tarif bus antar kota antar provinsi juga menunjukkan gejolak serupa.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  12:10 WIB
JELAJAH JAWA BALI 2019 : Mudik, Tarif Bus AKAP Sinar Jaya Naik 11 Persen
Calon penumpang di Terminal Bekasi/Bisnis-Tim Jelajah Lebaran Jawa - Bali 2019

Bisnis.com, JAKARTA -- Ongkos mudik bisa saja menjadi salah satu pengeluaran terbesar lebaran tahun ini. Selain tiket pesawat yang masih mahal, tarif bus antar kota antar provinsi juga menunjukkan gejolak serupa.

Berdasarkan pantauan tim Jelajah Jawa Bali 2019, tarif bus antar kota antar provinsi (AKAP) milik PT Sinar Jaya di Terminal Induk Bekasi mengalami kenaikan sekitar 11 persen menjadi Rp300.000 per tiket.

Ningsih, karyawan PT Sinar Jaya Megah Langgeng Bekasi, mengaku kenaikan ini tidak menyurutkan antusiasme penumpang untuk memilih transportasi tersebut. Hal itu lantaran bus Sinar Jaya kerap menjadi alternatif pilihan unggulan pemudik.

Menurut Ningsih ada banyak faktor yang menyebabkan kenaikan tiket bus tahun ini, salah satunya karena melewati jalur tol. Kenaikan tarif salah satunya digunakan untuk membiayai tarif masuk tol.

"Jalur naik tol semua ya otomatis naik harganya," kata Ningsih kepada Tim Jelajah Jawa Bali 2019 di Terminal Induk Bekasi, Kamis (30/5/2019).

Ningsih meyakini kenaikan harga yang tipis ini tidak akan mempengaruhi jumlah penumpang. Bahkan, pada H-6 lebaran atau hari ini Kamis (30/5/2019) pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB jumlah penumpang yang sudah dilayani mencapai 700 orang.

Jumlah penumpang diperkirakan akan terus meningkat seiring keberangkatan bus siang hingga malam hari.

Pada H-7 lebaran atau Rabu (29/5/2019), bus Sinar Jaya di Terminal Bekasi bisa memberangkatkan 1.467 penumpang dengan total mengeluarkan 33 bus. Puncak keberangkatan penumpang baru akan terjadi antara H-5 hingga H-3 lebaran dengan prediksi penumpang antara 1.500 hingga 2.000 penumpang.

Sebaliknya, jumlah penumpang justru lebih dipengaruhi oleh waktu libur sekolah dan karyawan yang berbarengan. Dengan periode libur sekolah dan karyawan yang berbarengan dan lebih panjang kemungkinan membuat jumlah penumpang sedikit menurun. Namun, Ningsih optimistis target 1.500 hingga 2.000 penumpang dapat tercapai.

"Waktu lebaran tahun lalu dalam sehari paling banyak bisa melayani 2.050 penumpang," kata Ningsih.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top