Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Ini Tips Mudik dari Asosiasi Sektor Manufaktur

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Lukman mengingatkan agar pemudik membaca label-label yang tertera dalam kemasan makanan seperti tanggal kadalursa, komposisi bahan, dan kandungan gizi. Adhi mengingatkan agar pemudik juga membeli makanan sesuai dengan usia yang mengonsumsi.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  12:39 WIB
Foto udara rencana jalur pengalihan arus mudik jalur Pantura Tegal, Jawa Tengah, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Oky Lukmansyah
Foto udara rencana jalur pengalihan arus mudik jalur Pantura Tegal, Jawa Tengah, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Musim mudik menjadi masa yang dinanti-nantikan sebagian besar orang. Tapi, mudik dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan jika tanpa persiapan yang baik.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Lukman mengingatkan agar pemudik membaca label-label yang tertera dalam kemasan makanan seperti tanggal kadalursa, komposisi bahan, dan kandungan gizi. Adhi mengingatkan agar pemudik juga membeli makanan sesuai dengan usia yang mengonsumsi.

"Pemudik membeli sesuai yang akan dikonsumsi, sesuai kebutuhan, tidak menyisakan, dan sesuai peruntukan. Misalnya, makanan dewasa bukan untuk anak-anak dan sebaliknya," ujar Adhi kepada Bisnis, Kamis (30/5/2019).

Sementara itu Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia ( Aspadin) Rachmat Hidayat menyarankan agar pemudik menyediakan air minum dalam kemasan (AMDK) saat mudik untuk menghindari dehidrasi. Selain itu, lanjutnya, pemudik disarankan untuk memasok AMDK di rumah sebelum berangkat mudik.

Menurutnya, pemudik sebaiknya memastikan ketersediaan AMDK untuk konsumsi rumah tangga selama seminggu. Rachmat memperkirakan pengecer belum aktif beraktivitas hingga sekitar tanggal 12 Juni 2019.

Di sisi lain, Indonesia Fashion Chamber (IFC) menyarankan agar para pemudik menggunakan pakaian yang longgar saat mudik. Selain itu, asosiasi menyampaikan agar pemudik menggunakan kain yang menyerap keringat. 

National Chairman IFC Ali Charisma menuturkan pemudik sebaiknya menggunakan pakaian yang terbuat dari serat alami seperti katun, viscose rayon, linen, dan sutera. Ali pun menyarankan agar para pemudik menggunakan pakaian yang longgar agar nyaman. 

Ali tidak menganjurkan pemudik menggunakan pakaian berbahan serat sintetik. Menurut Ali serat sintetik tidak memiliki kemampuan "bernafas" sebaik serat alami dan tidak menyerap keringat. Dengan kata lain, pakaian dengan serat sintetis akan menyebabkan bau badan saat perjalanan panjang. 

"Memang fenomenanya lagi banyak [yang memilih] transportasi darat [untuk mudik]. Otomatis waktunya lebih lama," ujarnya kepada Bisnis. 

Maka dari itu, Ali menyarankan agar pemudik menggunakan pakaian rajut, kaos, dan sejenis agar pengalaman mudik menjadi lebih nyaman.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top