Arus Balik Lebih Rentan, Sejumlah Antisipasi Harus Disiapkan

Periode Angkutan Lebaran 2019 sudah dimulai, arus mudik sudah berjalan dengan berbagai kebijakan dianggap dapat memperlancar mudik Lebaran.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  20:48 WIB
Arus Balik Lebih Rentan, Sejumlah Antisipasi Harus Disiapkan
Ilustrasi - Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Periode Angkutan Lebaran 2019 sudah dimulai, arus mudik sudah berjalan dengan berbagai kebijakan dianggap dapat memperlancar mudik Lebaran. Hal ini menyisakan arus balik yang perlu perhatian ekstra dan persiapan matang.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi, puncak arus balik akan berlangsung pendek, hanya dalam 4 hari yakni mulai 7 Juni 2019--10 Juni 2019.


"Repot itu pulangnya karena cuma empat hari itu. Arus baik itu sebenarnya orang itu tidak seantusias waktu berangkat," katanya dalam sesi wawancara eksklusif dengan Bisnis, belum lama ini.


Dia menuturkan, pemudik yang menggunakan angkutan pribadi seluruh Indonesia mencapai 28 juta orang, sementara angkutan umum dapat mencapai 25 juta orang.


Dengan tingginya pertumbuhan angkutan pribadi menurutnya ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk mengurangi orang menggunakan angkutan pribadi. Jumlah pemudik ini akan kembali ke Jakarta dalam waktu yang relatif bersamaan, hal ini terangnya yang harus diantisipasi.


Senada, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menuturkan, pemudik sepeda motor akan menjadi pemudik yang berpotensi mengalami kecelakaan paling tinggi terutama saat arus balik.


Walaupun sejumlah antisipasi melalui Mudik Gratis multimoda oleh pemerintah melalui darat laut udara jumlah pemudik pengguna sepeda motor diprediksi tetap mendekati 1 juta orang atau minimal akan ada 500.000 sepeda motor yang melakukan mudik.


"Ini rentan kepada kecelakaan, saat mudik kan biasanya tidak merasa capek berangkat dengan semangat tinggi bertemu keluarga tapi kalau kembali kelelahan terjadi," tuturnya, Rabu (29/5/2019).

Dia menuturkan, pihaknya mengantisipasi arus balik sepeda motor tersebut melalui kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperbanyak rest area di jalur alternatif dan pantai utara (pantura).


Selain itu, jembatan timbang sepanjang Jawa akan ditutup dan berfungsi sebagai rest area atau tempat istirahat khusus pemudik terutama pengguna sepeda motor.


"Kemudian kita sudah melakukan posko nasional, saya minta setiap saat memperbaharui data. Selain itu, rampcheck darat sudah mencapai 85% masih ada waktu masih berjalan. Semua pengemudi bus baik pariwisata reguler akan dites," terangnya.


Dia menjelaskan pascalebaran pada 5 Juni--6 Juli 2019, pihaknya akan memfokuskan penjagaan di lokasi-lokasi wisata guna tetap menjaga keselamatan para pemudik.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Sugihardjo memprediksi, penumpang angkutan umum di semua angkutan moda 22,3 juta orang, sedangkan pengguna kendaraan pribadi terutama roda empat mencapai 399.962 mobil melalui Trans-Jawa.

Sementara itu, sebanyak 119.883 mobil melalui jalur alternatif, 273.418 mobil jalur pantai utara, 88.335 mobil ke arah Sumatra, 84.830 mobil melalui jalur pantai selatan, serta 33.651 mobil melalui lintas tengah Jawa.


Mengantisipasi arus balik tersebut, pada puncak arus balik ada satu arah di Tol Trans Jawa dari KM 263 Brebes Barat hingga KM 70 Cikampek Utama.


"Arus balik justru lebih tinggi, pas mudik kesebar balik bisa 7, 8, 9,10 Juni 2019 arus balik ini periodenya 14.00-22.00 WIB. Terobosan kedua pemindahan GT cikarang utama jadi 3 tempat, Cikarang Utama, Kalihurip dan Cikarang Utama," terangnya.


Dia memprediksi jumlah mobil yang melalui Cikarang Utama akan berkurang dari kisaran 123.000 mobil saat puncak, menjadi berkisar 76.000 mobil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menhub, Mudik Lebaran, Arus Balik

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top