Pabrik dan Kantor Libur, Pasok Listrik Longgar selama Libur Lebaran

PT PLN (Persero) mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi kelistrikan selama lebaran 2019 lantaran bersaran cadangan operasi pembangkit atau reserve margin yang sebesar 10.637 megawatt (MW) atau sekitar 62%.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 29 Mei 2019 18:58 WIB
Teknisi memasang jaringan kelistrikan baru di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi kelistrikan selama lebaran 2019 lantaran bersaran cadangan operasi pembangkit atau reserve margin yang sebesar 10.637 megawatt (MW) atau sekitar 62%.

Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan beban puncak sistem kelistrikan Jawa-Bali dalam kondisi normal adalah sebesar 27.000 mw. Selama lebaran lantaran tidak beroperasinya sejumlah industri, beban puncak harian turun 37% menjadi 17.179 MW. Daya mampu kelistrikan sistem Jawa-Bali yakni sebesar 34.716 MW.

Kondisi ini mengakibatkan 20 pembangkit berkapasitas total 10.637 MW tidak beropereasi sehingga PLN bisa melakukan penghematan. 

"20 mesin pembangkit kami istirahatkan khusus sistem Jawa-Bali, karena gak ada yang beli nanti rugi," katanya saat melakukan pelepasan Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 di Kantor Bisnis, Rabu (29/5/2019).

Menurutnya, selain sistem Jawa-Bali, kelistrikan Kalimantan dan daerah lainnya juga menunjukkan penurunan beban puncak sebesar 10% hingga 15%. 

Kondisi serupa juga terjadi pada wilayah kepulauan seperti Kepulauan Natuna, Pulau Kundur, dan  Nias yang cadangan kelistrikan juga mengalami peningkatan sebesar 5% sampai 20%. Secara nasional, beban puncak kelistrikan selama lebaran 2019 juga mengalami penurunan sekitar 35%. 

Kondisi ini membuat PLN optimistis kelistrikan selama lebaran akan aman dan andal. 

Sementara itu, sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan meliputi kesiapan unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi, dan distribusi, menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali perbaikan kerusakan, membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan beban menyiapkan cadangan putar atau spinning reserve lebih besar dari waktu reguler, dan melakukan pengawasan dan siaga di sejumlah objek vital seperti masjid maupun pusat keramaian terkait ketersediaan pasokan. 

"Sehingga kekhawatiran tidak ada listrik atau listriknya padam karena pasokan terganggu sudah bisa kami antisipasi," katanya. 

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top