Begini Cara Jateng Populerkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ramah lingkungan di daerah.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  12:23 WIB
Begini Cara Jateng Populerkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan
Ilustrasi - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ramah lingkungan di daerah. 


Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) merupakan salah satu wujud konkret pemanfaatan EBT yang sudah dibuktikan mampu mencapai efisiensi biaya sebesar 31%.


“Gubernur [Ganjar Pranowo] sudah memerintahkan dilakukan percepatan pemanfaatan EBT, maka PLTS atap menjadi prioritas. Sudah dipasang di Dinas ESDM, Bappeda, dan Setwan. Kami ingin mendorong mulai dari unsur pemerintah, dunia swasta seperti hotel dan pabrik bisa menggunakan energi surya karena kita akan bisa sangat hemat dalam hal penggunaan energi listrik. Dari sisi rupiah saja efisiensinya mencapai 31%, belum lagi ketika kita bicara tentang manfaat makronya,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, Selasa (28/5/2019).


Sujarwanto menjelaskan, untuk pemasangan PLTS atap diperlukan penggantian meteran kilowatt yang menunjukkan ekspor-impor listrik dari pelanggan ke PLN serta sebaliknya.  Untuk meteran kilowatt tersebut, PLN siap mendukung.


“Pemanfaatan PLTS ini memang perlu penggantian dari meteran yang semula meter untuk mengukur berapa yang masuk dari PLN ke rumah atau kantor. Namun kali ini, meteran yang diperlukan untuk mengukur berapa yang masuk dan berapa yang kita kirim ke PLN, termasuk faktor pengurang di listriknya,” jelasnya.


Pihaknya menambahkan, SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng segera melakukan pemasangan PLTS atap tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target proporsi EBT yang sudah ditetapkan.


Sebagai informasi, target proporsi EBT secara nasional pada 2025 sebesar 23% dan pada 2050 sebesar 31%. Sementara itu di Jateng, target proporsi EBT pada 2025 sebesar 21,4% dan pada 2050 sebesar 28,8%.


“Sesegera mungkin SKPD di Jateng menerapkan ini di perubahan anggaran atau murni 2020 akan mulai pasang. Di tingkat rumah tangga juga ada yang sudah ingin dipasang, memang lebih cepat lebih baik,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mendorong SKPD di lingkungan Pemprov Jateng agar segera memanfaatkan PLTS atap di kantor masing-masing karena terbukti mampu menghasilkan efisiensi biaya dan lebih ramah lingkungan.


“Pada tahun 2020, upayakan untuk bisa membangun pembangkit listrik tenaga surya atap 30-35 kWp. Saya yakim Jawa Tengah bisa menjadi contoh pemanfaatan EBT,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, energi baru terbarukan, ebt

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top