Huawei Kaji Kembali Hubungan Bisnisnya dengan FedEx

Tanpa penjelasan terperinci perusahaan itu juga berusaha mengalihkan rute dua paket lainnya, menurut pihak Huawei.
John Andhi Oktaveri | 28 Mei 2019 06:05 WIB
Ilustrasi Huawei. (Istimewa - Mashable)

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi China, Huawei tengah mengkaji kembali hubungan bisnisnya dengan FedEx Corp setelah menyebutkan perusahaan pengiriman paket AS itu mengalihkan dua paket yang ditujukan untuk alamat Huawei di Asia ke Amerika Serikat.

Tanpa penjelasan terperinci perusahaan itu juga berusaha mengalihkan rute dua paket lainnya, menurut pihak Huawei.

Seperti dikutip Reuters, Selasa (28/5/2019), pada Jumat lalu FedEx mengalihkan dua paket yang dikirim dari Jepang. Paket untuk tujuan Huawei di China dialihkan ke Amerika Serikat.

Selain itu perushaan tersebut juga berusaha untuk mengalihkan dua paket lagi yang dikirim dari Vietnam ke kantor Huawei di tempat lain di Asia tanpa otorisasi.

Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian catatan alamat tersebut, namun FedEx menolak berkomentar dan mengatakan kebijakan perusahaan mencegahnya untuk mengungkapkan informasi pelanggan.

Huawei mengatakan empat paket itu hanya berisi dokumen dan ‘tidak ada unsur teknologi’ yang tidak dapat dikonfirmasi oleh Reuters secara independen.

Huawei pun menolak menjelaskan mengapa paket-paket itu dialihkan dan tidak ada bukti bahwa insiden itu terkait dengan langkah pemerintah AS untuk menempatkan Huawei dan afiliasinya pada daftar hitam perdagangan pada pertengahan Mei lalu.

Kebijakan itu secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan mereka dengan alasan keamanan.

“Pengalaman baru-baru ini ketika dokumen komersial penting yang dikirim melalui FedEx tidak dikirim ke tujuan dan sebaliknya dialihkan ke alamat lain oleh FedEx di Amerika Serikat telah merusak kepercayaan kami,” Joe Kelly, juru bicara untuk Huawei kepada Reuters.

Dia mengatakan bahwa pihaknya harus meninjau logistiknya dan mendokumentasikan persyaratan dukungan pengiriman sebagai akibat langsung dari insiden ini.

Huawei mengakui bahwa satu paket yang berasal dari Vietnam diterima pada hari Jumat, dan yang lainnya sedang dalam perjalanan, menurut catatan pelacakan FedEx yang disediakan oleh Huawei.

Juru bicara FedEx, Maury Donahue, mengatakan paket-paket itu ‘salah koreksi’ dan bahwa FedEx tidak diminta untuk mengalihkannya oleh pihak lain.

“Ini adalah masalah yang yang terjadi pada sebagian kecil paket,” menurut pihak FedEx merujuk pada empat paket yang terkena dampak.

Pihaknya menyatakan mengetahui semua pengiriman yang dipermasalahkan dan menghubungi langsung pelanggan untuk mengembalikan paket yang mereka miliki.

Pihak Departemen Perdagangan Amerika Serikat tidak menjawab permintaan komentar tentang apakah insiden tersebut mungkin terkait dengan kebijakannya pada 16 Mei untuk menambahkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan. Artinya, mencegah Huawei membeli barang-barang tertentu dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top