Lonjakan Penumpang KA Diprediksi Hanya 3 Persen pada Lebaran 2019

Kementerian Perhubungan menyiapkan 406 kereta api untuk melayani 6,44 juta penumpang pada masa angkutan Lebaran 2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  10:22 WIB
Lonjakan Penumpang KA Diprediksi Hanya 3 Persen pada Lebaran 2019
Calon penumpang antre masuk kereta api Kartajaya tujuan Stasiun Pasar Turi, Surabaya, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (23/12/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan memperkirakan moda transportasi kereta api mengalami kenaikan volume penumpang sebesar 3,41 persen dari 6.236.227 menjadi 6.449.172 pada masa angkutan Lebaran tahun ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan arus mudik diprediksi berlangsung pada 29 Mei-4 Juni 2019, dengan puncaknya pada 31 Mei 2019. Adapun arus balik diprediksi berlangsung pada 7-13 Juni 2019, dengan puncaknya pada 9 Juni 2019.

"Diprediksi kenaikan penumpang akan sebesar 3 persen, atau sesuai dengan penambahan sarana yang juga sebesar 3 persen. Kami optimistis arus mudik dan balik moda transportasi kereta api (KA) dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman dan selamat," tuturnya, seperti dikutip Bisnis, Minggu (26/5/2019).

Zulfikri menjelaskan kenaikan penumpang tersebut akan diantisipasi dengan penambahan sarana berupa 356 KA Reguler dan 50 KA Tambahan dengan total 406 KA. Sementara itu, total sarana yang dipersiapkan pada angkutan Lebaran tahun lalu sebanyak 393 KA.

Selain itu, pihaknya telah melaksanakan inspeksi dengan menggunakan KA Inspeksi di Lintas Utara dan Lintas Selatan Jawa. Pelaksanaan tersebut guna memeriksa kesiapan prasarana perkeretaapian.
 
Pada 1 April-10 Mei 2019 juga telah dilaksanakan kegiatan rampcheck. Prosedur ini sebagai tindakan pencegahan kecelakaan dan memeriksa kesiapan fasilitas sarana dan prasarana perkeretaapian serta fasilitas pendukung lainnya yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Selain itu, juga dilaksanakan monitoring melalui streaming CCTV di Daop dan Divre, pemantauan di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) KA, serta pemantauan posisi dan kecepatan KA melalui GPS. Kemenhub pun melakukan penyediaan informasi melalui laman resmi, booklet, serta pemasangan spanduk keselamatan di perlintasan KA sebidang yang rawan mengalami kecelakaan.

"Kami berharap masyarakat pengguna jasa KA sampai di tempat tujuan dengan selamat, sehingga dapat merayakan Lebaran bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman," tutur Zulfikri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, Mudik Lebaran

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top