Bank Indonesia Bantah Aksi Rush Money Akibat Kerusuhan 22 Mei

Bank sentral membantah adanya aksi penarikkan uang besar-besaran (rush money) akibat kerusuhan pasca pengumuman hasil Pemilu 2019.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  16:06 WIB
Bank Indonesia Bantah Aksi Rush Money Akibat Kerusuhan 22 Mei
Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral membantah adanya aksi penarikkan uang besar-besaran (rush money) akibat kerusuhan pasca pengumuman hasil Pemilu 2019.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat sesuatu pergerakan transaksi yang tidak normal di perbankan.

"Semua bergerak normal, malah kemarin saya sampaikan transaksi perbankan melalui kliring ritel dan RTGS naik baik volume maupun nilainya," kata Perry, Jumat (24/05/2019).

Pada Rabu (23/05/2019), BI mencatat ada penarikan uang dari bank sentral oleh 13 bank. Penarikan tersebut, kata Perry, dalam rangka memenuhi kebutuhan Lebaran, termasuk pembayaran THR.

Untuk itu, BI telah menyiapkan pasokan uang tunai sebesar Rp300 triliun untuk di ibu kota dan Rp290 triliun untuk di daerah.

Sementara itu, BI memperkirakan kebutuhan uang tunai sepanjang libur Lebaran akan mencapai Rp 217 triliun.

"Kami juga tingkatkan pelayanan bekerja sama dengan perbankan. Terima kasih kawan perbankan yang terus kita melakukan sinergi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Perry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Rupiah

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top