Faktor Global Lebih Dominan Pengaruhi Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan kondisi global ini terkait dengan eskalasi ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  14:42 WIB
Faktor Global Lebih Dominan Pengaruhi Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan faktor global lebih dominan dibandingkan kondisi dalam negeri dalam pergerakan aliran dana di aset keuangan dan perkembangan nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, kondisi global ini terkait dengan eskalasi ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

"Sepanjang 13-17 Mei 2019, di pasar SBN [surat berharga negara] terjadi outflow setelah adanya eskalasi perang dagang sebesar Rp7,3 triliun," kata Perry, Kamis (23/05/2019).

Menurutnya, faktor global tersebut sangat berpengaruh tidak hanya di Indonesia, tetapi ke berbagai negara.

Namun, dalam dua hari terakhir, aliran dana ke pasar SBN kembali masuk senilai Rp1,7 triliun seiring dengan kuatnya kepercayaan investor asing terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan menariknya imbal hasil dari SBN dalam negeri.

Aliran dana asing ke pasar SBN ini, sejalan dengan kondisi pergerakan rupiah yang kembali menguat hari ini, Kamis (23/05/2019), pascadepresiasi kemarin, Rabu (22/05/2019).

BI mencatat nilai tukar rupiah menguat sekarang diperdagangkan pada level Rp14.470-Rp14.475 per dolar AS dengan mekanisme pasar yang semakin meningkat.

Untuk menjaga stabilitas rupiah, Gubernur BI menegaskan pihaknya akan terus berada di pasar sesuai fundamentalnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Rupiah, perang dagang AS vs China

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top