Sempat Putus Diterjang Banjir, Jalur Trans Palu-Kulawi Sudah Normal

Bagian Jalur Trans Palu-Kulawi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang beberapa waktu lalu putus diterjang banjir kini sudah bisa dilewati kendaraan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  09:02 WIB
Sempat Putus Diterjang Banjir, Jalur Trans Palu-Kulawi Sudah Normal
Ilustrasi - Banjir bandang Bima pada Rabu (21/12/2016) juga menyebabkan jalan dan jembatan putus. - Antara

Bisnis.com, SIGI, Sulteng - Bagian Jalur Trans Palu-Kulawi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang beberapa waktu lalu putus diterjang banjir, kini sudah bisa dilewati kendaraan.

"Dinas PUPR sudah berhasil membuka kembali akses jalan yang putus karena diterjang banjir itu," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Asrul, Kamis (23/5/2019).

Ia mengatakan, sekitar 300-an meter jalan tersebut sebelumnya putus karena terjangan banjir menyusul hujan deras yang mengguyur hulu sungai di wilayah Kulawi Raya, yang wilayahnya meliputi Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro. Banjir pun merusak badan jalan di antara Desa Saluki dan Tuva di Kecamatan Gumbasa.

Selama beberapa hari, bagian Jalur Trans Palu-Kulawi putus, warga Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu dan Pipikoro di Kabupaten Sigi terisolir karena tidak ada jalur alternatif lain yang bisa dilewati.
 

Pemerintah kemudian mengerahkan alat berat untuk membuka kembali jalan yang menghubungkan desa-desa di empat kecamatan Kabupaten Sigi dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Asrul mengatakan, jalan itu sudah diperbaiki dan bisa kembali dilalui kendaraan sejak dua hari lalu. Namun pengendara masih harus ekstra hati-hati karena badan jalan sempit sehingga kendaraan harus secara bergiliran melintas.

"Tidak boleh dari dua arah berlawanan. Kendaraan lewat harus satu arah dahulu baru bergantian," ujar Asrul.

Seorang warga sudah mencoba untuk melewati jalur tersebut dengan mengendarai sepeda motor. "Harus hati-hati karena jalannya licin sehingga mudah terperosok," kata Jelita, warga Desa O, Kecamatan Kulawi Selatan.

Menurut dia, selama jalan putus harga beberapa bahan pokok seperti beras, minyak tanah, bensin, gas elpiji 3kg dan gula pasir sempat melonjak karena stok berkurang sementara permintaan meningkat selama Ramadhan dan menjelang Lebaran. Dia berharap harga bahan pokok kembali turun setelah jalan Trans Palu-Kulawi bisa dilalui.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, banjir, palu

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top