Permintaan Tepung Terigu Tumbuh Melambat Sejak 2016

Pertumbuhan permintaan tepung terigu nasional secara konsisten melambat sejak 2016. Adapun pelambatan pertumbuhan ekspornya tercatat sejak 2015.
Aprianus Doni Tolok | 21 Mei 2019 12:55 WIB
Gandum dan tepung terigu. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan permintaan tepung terigu nasional secara konsisten melambat sejak 2016. Adapun pelambatan pertumbuhan ekspornya tercatat sejak 2015.

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mencatat permintaan tepung terigu pada 2016 tumbuh mencapai 7,71%. Adapun, pada 2017 dan 2018 permintaan tepung terigu tumbuh melambat masing-masing sebesar 6,67% dan 4,51%.

Asosiasi menghitung permintaan tepung terigu pada akhir tahun lalu mencapai 6,5 juta ton. Adapun, industri nasional mengakomodasi 99,96% dari kebutuhan nasional. Pada kuartal I/2019, permintaan tepung terigu tercatat tumbuh tipis 0,4% secara tahunan menjadi 1,6 juta ton.

Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengatakan pertumbuhan permintaan tepung terigu pada kuartal I/2019 tertahan dampak momentum pesta demokrasi. Alhasil, menurutnya, pedagang dalam volume besar (wholasle) dan gudang-gudang di daerah menahan pembelian.

"Kami berharap permintaan pada kuartal II/2019 akan pulih dan tumbuh di rentang 5%--7% secara tahunan. Meski, kami tidak terlalu optimis melihat keadaan pasar yang masih menahan ekspansi," katanya kepada Bisnis, Senin (20/5/2019).

Terigu adalah tepung hasil dari bulir gandum yang telah melalui proses penggilingan.

Saat ini, makanan berbasis terigu telah menjadi makanan pokok di banyak negara, bahkan di Indonesia dapat dijumpai beragam makanan yang terbuat dari terigu. Kandungan gizi yang tinggi, pengolahan yang mudah dan praktis, ketersediaan yang cukup, serta harganya relatif terjangkau, menjadikan makanan berbasis terigu merambah cepat ke berbagai negara.

Setidaknya ada tiga jenis tepung terigu.

Pertama, tepung berprotein tinggi (bread flour). Tepung terigu yang mengandung kadar protein tinggi, antara 11%-13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, donat. contoh tepung terigu berprotein tinggi misalnya Lonceng untuk pembuatan roti dan Peacock Biru untuk pembuatan mie.

Kedua, tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour). Tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang, sekitar 8%-10%, digunakan sebagai bahan pembuat kue cake. contoh tepung terigu jenis ini ialah Mila Serbaguna.

Ketiga, tepung berprotein rendah (pastry flour), mengandung protein sekitar 6%-8%, umumnya digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan. Contoh tepung terigu ini ialah Kecapi dan Tegu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gandum, tepung terigu

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top