Rasio Elektrifikasi 72,14%, Kabupaten Sangau Dorong Pemanfaatan Tenaga Surya

Kabupaten Sangau di Kalimantan Barat mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya selain jaringan listrik dari PLN untuk mengejar peningkatan rasio elektrifikasi yang saat ini masih sebesar 72,14%.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  18:57 WIB
Rasio Elektrifikasi 72,14%, Kabupaten Sangau Dorong Pemanfaatan Tenaga Surya
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kabupaten Sangau di Kalimantan Barat mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya selain jaringan listrik dari PLN untuk mengejar peningkatan rasio elektrifikasi yang saat ini masih sebesar 72,14%. 

Bupati Sanggau Paolus Hadi mengatakan Selain mendapat dukungan jaringan listrik dari PLN, Kabupaten Sangau juga memanfaaman pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mengaliri listrik ke rumah-rumah warga. 

"Sangau juga mendapat PLTS karena kalau menunggu PLN sampai kucing bertanduk," katanya dalam Groundbreaking Pembangunan Listrik Pedesaan se-Provinsi Kalimantan Barat, dalam keterangan resminya, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, perizinan lahan warga yang dimanfaatkan sebagai perkebunan kelapa sawit memang menjadi salah satu kendala dalam membangun jaringan listrik di wilayahnya. Apalagi, jarak antara pemukiman yang cukup jauh dan menyebar. 

"Siapa yang suruh nanam kelapa sawit di tepi jalan betul, nanti kelahi kalian, ada yang mau listrik ada yang mempertahankan kebun," katanya.

Walaupun menghadapi sejumlah kendala, desa berlistrik di Sangau, Kalimantan Barat diupayakan untuk terus bertambah. Adapun dari 2013 hingga 2018 sudah ada tambahan 72 dusun dan 40 desa di Kabupaten Sangau, Kalimantan Barat yang telah berlistrik. Dia memerinci rasio elektrifikasi Sangau pun terhitung bagus yakni berada pada angka 72,41%.

Sementara, PT PLN (Persero) menggelontorkan dana Rp130 miliar untuk melakukan pembangunan listrik di 60 desa Kalimantan Barat pada 2019 agar mampu mengejar rasio elektrifikasi menjadi 90,04% dari kondisi tahun lalu yang sebesar 88,04%.

Adapun, Kalimantan Barat memiliki 2.130 desa, dengan rasio yang  berlistrik PLN 71,13% dan rasio desa berlistrik total 79,30%. Sementara, rasio elektrifikasi total PLN di Kalimantan Barat sebesar 88,04%.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat Agung Murdifi mengatakan pada 2019 direncanakan penambahan jaringan listrik di 60 lokasi dengan gardu distribusi sebesar 9.625 kilo volt ampare (kVa), transmisi sepanjang 359,10 kilometer sircuit (kms) untuk tegangan menengah dan 221 kms untuk tegangan rendah. Penambahan jaringan listrik ini akan menambah 13.169 pelanggan baru atau meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, pembangkit listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup