PLN Kucurkan Rp130 miliar untuk Elektrifikasi 60 Desa di Kalbar

PT PLN (Persero) menggelontorkan dana Rp130 miliar untuk melakukan pembangunan listrik di 60 desa Kalimantan Barat pada 2019 agar mampu mengejar rasio elektrifikasi menjadi 90,04% dari kondisi tahun lalu yang sebesar 88,04%.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  16:24 WIB
PLN Kucurkan Rp130 miliar untuk Elektrifikasi 60 Desa di Kalbar
Ilustrasi
Bisnis.com, PONTIANAK - PT PLN (Persero) menggelontorkan dana Rp130 miliar untuk melakukan pembangunan listrik di 60 desa Kalimantan Barat pada 2019 agar mampu mengejar rasio elektrifikasi menjadi 90,04% dari kondisi tahun lalu yang sebesar 88,04%.
Adapun Kalimantan Barat memiliki 2.130 desa, dengan rasio yang  berlistrik PLN 71,13% dan rasio desa berlistrik total 79,30%. Sementara, rasio elektrifikasi total PLN di Kalimantan Barat sebesar 88,04%.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat Agung Murdifi mengatakan pada 2019 direncanakan penambahan jaringan listrik di 60 lokasi dengan gardu distribusi sebesar 9.625 kilo volt ampare (kVa), transmisi sepanjang 359,10 kilometer sircuit (kms) untuk tegangan menengah dan 221 kms untuk tegangan rendah. Penambahan jaringan listrik ini akan menambah 13.169 pelanggan baru atau meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu. 
Menurutnya, pembangunan listrik desa lewat penambahan jaringan akan menghabiskan dana setidaknya Rp130 miliar. Setidaknya dalam satu rumah menghabiskan dana Rp10 juta untuk penyambungan jaringan. 
Dia meyakini, penambahan jaringan ini akan meningkatkan rasio elektrifikasi di Kalimantan Barat menjadi 90,04% dari kondisi tahun lalu yang sebesar 88,04%.
"Kalau target dari Kementerian 2022, mudah-mudahan kita kita bisa lebih cepat 2 tahun, kalau bisa target 2023 kita majukan tahun depan," katanya, Senin (20/5/2019).
Agung memerinci pada 2018, dalam program listrik pedesaan di Kalimantan Barat, PLN telah membangun gardu listrik dengan total daya 4.825 kva serta 86,17 kms jaringan tegangan menengah dan 209,80 kms untuk jaringan tegangan rendah. Program gersebut gelah menyambung listrik di 35 desa dengan total 5.678 pelanggan. 
Menurutnya, dalam pembangunan tersebut, PLN menghadapi sejumlah kendala mulai dari infrastruktur jalan yang kurang memadai, posisi pemukiman yang jauh satu sama lain, perizinan lahan atau kerbun warga, dan perizinan kawasan hutan.

"Listrik berperan penting dalam perkembanvan suatu daerah, pendidikan menjadi layak, kesehatan menjadi lebih baik, bahkan kemampuan ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh listrik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top