KABAR GLOBAL 17 MEI: Prospek Ekonomi Kian Suram, Huawei Masuk Blacklist AS

Berita mengenai meningkatnya tensi dagang Amerika Serikat-China serta sanksi terhadap Huawei menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Jumat (17/5/2019).
Renat Sofie Andriani | 17 Mei 2019 08:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai meningkatnya tensi dagang Amerika Serikat-China serta sanksi terhadap Huawei menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Jumat (17/5/2019).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Prospek Ekonomi Kian Suram. Prospek pemulihan ekonomi global tampaknya sulit terwujud di tengah eskalasi ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China, terlebih jika konflik tarif antara kedua ekonomi terbesar dunia tersebut menjadi makin di luar kendali. (Bisnis Indonesia)

Huawei Masuk Blacklist AS. Sanksi berat yang dikenakan pemerintah Amerika Serikat terhadap raksasa teknologi asal China, Huawei, menambah faktor pemicu perang dagang di tengah proses perundingan kesepakatan yang masih berlangsung. (Bisnis Indonesia)

China Kecam Keras Langkah AS Memboikot Huawei. China mengecam keras negara lain yang menjatuhkan sanksi sepihak terhadap perusahaan negaranya sebagai taggapan atas pembatasan yang dilakukan oleh AS atas perusahaan raksasa telekomunikasi Huawei Technologies Co. (Bisnis.com)

Iran Tuding AS Tingkatkan Ketegangan. Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang telah meningkatkan ketegangan. Sementara Iran mengaku sudah menahan diri secara maksimum, meskipun AS menarik diri dari perjanjian nuklir dengan kelompok kekuatan dunia. (Investor Daily)

China Melego Obligasi AS. Kepemilikan China atas obligasi tresuri Amerika Serikat (AS) pada posisi terendah dalam kurun hampir dua tahun terakhir di bulan Maret 2019. Penurunan ini merupakan dampak ketidakpastian kesepakatan perdagangan antara Beijing dan Washington. (Kontan)

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei, perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup