Perkuat Pasar, Pemerintah Terapkan Crisis Management Protocol & Bond Stabilization Framework

Pemerintah berupaya membentuk pasar keuangan yang kuat dengan menerapkan Crisis Management Protocol (CMP) dan menyiapkan skema Bond Stabilization Framework (BSF).
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  11:22 WIB
Perkuat Pasar, Pemerintah Terapkan Crisis Management Protocol & Bond Stabilization Framework
Karyawan memeriksa pasokan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berupaya membentuk pasar keuangan yang kuat dengan menerapkan Crisis Management Protocol (CMP) dan menyiapkan skema Bond Stabilization Framework (BSF).

Dalam akun twitter @DJPPRkemenkeu, otoritas fiskal menyebut bahwa Crisis Management Protocol adalah salah satu strategi fiskal pemerintah yang dibuat dengan tujuan memberikan peringatan jika krisis ekonomi global mulai berdampak pada pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara itu, BSF adalah untuk mengantisipasi keluarnya arus modal asing pada saat terjadi guncangan ekonomi global. Mekanisme protokolonya mengacu pada jenis kondisi tahapan CMP yang sedang terjadi.

"Namun demikian, sampai saat ini fundamental ekonomi Indonesia terus terjaga dengan baik sehingga CMP masih pada kondisi normal dan BSF belum perlu untuk diaktifkan," tulis @DJPPRkemenkeu yang dikutip, Kamis (16/5/2019).

Adapun dalam menjalankan CMP dan BSF, Kemenkeu akan terus melakukan komunikasi aktif dengan Bank Indonesia dan BUMN yang terkait untuk saling bekerja sama dalam menstabilkan SBN.

"Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini untuk memastikan bahwa pengelolaan utang dikelola dengan hati-hati, preventif, responsif dan profesional," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, sbn, kemenkeu, surat berharga, surat berharga negara, pasar uang antar bank

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top