Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF: Ketimpangan Pendapatan Meningkat

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyebut sejumlah perkembangan global telah mendorong naiknya ketimpangan pendapatan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  09:36 WIB
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. - REUTERS/Arnd Wiegmann
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. - REUTERS/Arnd Wiegmann

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyebut sejumlah perkembangan global telah mendorong naiknya ketimpangan pendapatan.

Berapa hal itu menurut IMF diantaranya masalah celah di dalam kelas menengah, meningkatnya tensi sosial dan politik, akses ke pendidikan yang masih rendah, globalisasi, hingga perkembangan teknologi yang begitu cepat.

"Pertumbuhan yang inklusif merupakan salah satu tantangan saat ini," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dalam Tackling Income Inequality Requires New Policies  yang dikutip, Kamis (16/5/2019).

Lagarde menjelaskan, pertumbuhan yang lebih terbuka diperlukan untuk mengikis ketimpangan pendapatan. Apalagi menurutnya saat ini masih banyak kalangan yang belum mampu menikmati setiap pertumbuhan yang dihasilkan oleh suatu negara.

Kendati demikian, IMF tak memungkiri, ketimpangan pendapatan secara global telah menurun dan jutaan orang juga telah terangkat dari garis kemiskinan di beberapa dekade belakangan.

Namun di satu sisi, ketimpangan juga telah meningkat secara dramatis di sejumlah negara. Salah satu indikatornya adalah adanya 1 persen populasi yang memiliki sekitar setengah dari kekayaan dunia.

Direktur Riset IMF Gita Gopinath mempertegas kondisi tersebut dengan mengatakan, jika melihat kecenderungan di negara maju, sejak tahun 1990-an ketimpangan pendapatan mulai menunjukan adanya peningkatan.

"Tetapi ketika melihat negara-negara berkembang, itu lebih beragam," kata dia.

Dengan kondisi tersebut, Gopinath menganggap upaya untuk mengatasi ketimpangan harus terus dilakukan dan menjadi prioritas pembuat kebijakan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketimpangan ekonomi
Editor : Tegar Arief
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top